KKN Universitas Muhammadiyah Indonesia

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (7/8). Forum ini menjadi langkah awal mematangkan pelaksanaan KKN yang kini menghadirkan konsep baru, yakni bersinergi langsung dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), sehingga program mahasiswa dapat berjalan lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan umat di setiap wilayah.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung L.202 ini diikuti oleh jajaran LPPM, dosen pembimbing lapangan, serta perwakilan PDM Kota Bekasi yang diwakili oleh H. Sriyono, S.H., MM (Sekertaris Umum PDM Kota Bekasi) dan Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh Alif Widada, SH., MH. (Wakil Ketua PDM Kabuoten Bekasi. FGD menjadi ruang diskusi untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme kegiatan KKN, pengembangan program kerja, hingga pemetaan wilayah, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Kepala LPPM UM Indonesia (UM.ID), Dr. Siti Nurhidayah, M.Si, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa melaksanakan program pengabdian secara umum di wilayah penempatan, kini seluruh kelompok KKN akan berada di bawah koordinasi langsung PDM sesuai lokasi masing-masing.

“KKN tahun ini dirancang agar lebih terintegrasi dengan program Muhammadiyah di daerah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, seluruh kelompok KKN tahun ini akan berada di bawah koordinasi PDM sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Siti Nurhidayah.

Konsep tersebut sejalan dengan tema KKN tahun ini, yakni “Sinergi Muhammadiyah dalam Mewujudkan Digitalisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Umat.” Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merancang program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan dakwah dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan Muhammadiyah.

Sebanyak 281 mahasiswa telah terdaftar sebagai peserta KKN Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Mereka akan dibagi ke dalam 14 kelompok yang ditempatkan di 14 wilayah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian.

Melalui pola baru tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan program kerja yang bersifat insidental, tetapi mampu membangun kolaborasi berkelanjutan bersama PDM sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dalam FGD, Ketua PDM Kota dan Kabupaten Bekasi juga membahas pemetaan wilayah, identifikasi permasalahan, serta potensi yang dimiliki masing-masing PDM. Pembahasan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja mahasiswa agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi.

Dengan sinergi bersama PDM, UM Indonesia berharap pelaksanaan KKN mampu menghadirkan program pengabdian yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. (*)

Nasywa Fadya – Ratih Firdiyah Humas UM Indonesia

Sumber:
https://umindonesia.ac.id/perdana-sinergi-um-indonesia-dan-pdm-bekasi-untuk-kkn-yang-lebih-berdampak/

Resmi, Perubahan Nama Universitas Islam 45 Menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia

Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi secara resmi bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). Perubahan identitas ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 704/B/O/2026, yang menandai babak baru perjalanan institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tata kelola, serta daya saing di tingkat nasional maupun global.

Transformasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses alih kelola yang berlangsung secara bertahap. Sejak 28 Agustus 2025, pengelolaan UNISMA Bekasi secara resmi beralih dari Yayasan YPI “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momentum ini menjadi landasan strategis bagi pengembangan universitas sebagai bagian dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Sebagai institusi yang memiliki sejarah panjang sejak 1982, kampus ini terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, universitas mengusung semangat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, jiwa kepemimpinan, karakter Islami, serta kesiapan menghadapi tantangan era global dan revolusi industri berbasis teknologi.

Logo Resmi Universitas Muhammadiyah Indonesia

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar pergantian identitas, melainkan representasi dari visi besar Muhammadiyah dalam menghadirkan perguruan tinggi berkelas dunia. Beliau menyampaikan bahwa transformasi ini diharapkan mampu memperluas kebermanfaatan universitas, “dari Kota Bekasi untuk Indonesia, kemudian mendunia,” sehingga UM Indonesia menjadi pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa serta peradaban global, berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

UNISMA Bekasi Bertransformasi Menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia)

Berdiri sejak tahun 1982 dan memiliki wilayah seluas 10 hektar menjadikan Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi sebagai universitas pertama dan terbesar di Kota Bekasi. Sebagai lembaga yang menjamin standar mutu pendidikan, UNISMA Bekasi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

UNISMA Bekasi lahir dari semangat pembangunan Kota Bekasi di Bidang Pendidikan.  Pada tahun 1982 Bupati Bekasi saat itu sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) “45” Bekasi, H. Abdul Fatah, mendirikan Akademi Pembangunan Desa (APD) sebagai lembaga pendidikan masyarakat Bekasi.

H. Abdul Fatah mengatakan bahwa, “Sebuah kota akan maju apabila memiliki sumber daya yang cerdas dan mumpuni.”

Atas semangat tersebut berdirilah Akademi Pembangunan Desa (APD) Bekasi yang mulanya bertempat di Gedung Juang 45 Bekasi. Akademi Pembangunan Desa (APD) inilah yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya lembaga Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi.

UNISMA Bekasi telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang menaungi 7 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana dengan 26 program studi, termasuk 5 program magister. Terhitung mulai Kamis, 28 Agustus 2025, pengelolaan UNISMA Bekasi secara resmi dialihkan dari Yayasan YPI “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Seiring dengan itu, UNISMA Bekasi bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). 

Untuk memberikan kemudahan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Bekasi, UM Indonesia (UNISMA Bekasi), yang sebelumnya memiliki 3 pilihan program kuliah yaitu reguler pagi (A), reguler sore/malam (B), dan eksekutif/karyawan (C), menjadi 2 pilihan, yaitu kelas reguler dan kelas karyawan, sehingga memudahkan Anda menentukan pilihan kuliah yang sesuai.

Selain fokus di bidang pendidikan, UM Indonesia (UNISMA Bekasi) juga memiliki misi mengembangkan bakat, minat dan keahlian mahasiswa. Untuk itu UM Indonesia (UNISMA Bekasi), menyediakan pelbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat ikuti oleh mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka.

Dengan slogan Preparing the Future UM Indonesia (UNISMA Bekasi) memiliki visi menghasilkan insan Khairu Ummah bagi masyarakat. Sehingga sarjana UNISMA Bekasi tak hanya mumpuni di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), namun juga disertai dengan akhlakul karimah.

UM Indonesia (UNISMA Bekasi) merupakan kampus terbesar dan kampus terbaik di Bekasi dan saat ini menerima pendaftaran mahasiswa baru. Biaya kuliah di Unisma Bekasi dapat diangsur per-bulan atau 3X per-semester. Biaya kuliah dapat di dilihat dan download di sini dan brosur penerimaan mahasiswa baru dapat dilihat dan diunduh di sini

Lokasi Unisma Bekasi:

https://maps.app.goo.gl/3dbFBguuMLyCLAu48

Link info lebih lanjut mengenai UM Indonesia (UNISMA Bekasi):

Website: https://unismabekasi.ac.id

Pendaftaran mahasiswa baru: https://pendaftaran.unismabekasi.ac.id/ dan https://daftarpmb.unismabekasi.ac.id/

Pimpinan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) saat ini (2025 – 2029):

Rektor: Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si.

Wakil Rektor 1: Prof. Dr. Muhammad Dai, M.Si., Apt.

Wakil Rektor 2: Prof. Latipun, P.hD. 

Wakil Rektor 3: Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, S.T., M.Sc.Eng., PG-Certf., Ph.D., P.Eng., IPU., ASEAN.Eng., CPPM., APRM., Dip. Project Management.

Dekan Fakultas Pertanian: Ahya Kamilah, Ir., M.Si.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik: Yanto Supriyatno, Drs., M.Sc.

Dekan Fakultas  Komunikasi, Sastra & Bahasa: Saepudin, S.S., M.Soc., Sc.

Direktur Sekolah Pascasarjana: Dr. Pauzan Haryono, M.Pdi.

Dekan Fakultas Agama Islam: Dr. Akmal Rizki Gunawan HSB, S.TH.I., M.A.

Dekan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan : Yudi Budianti, S.Pd., M.Pd.

Dekan Fakultas Teknik: Yopi Handoyo, S.Si, M.T.

Dekan Fakultas Ekonomi: Dr. Husnul Khatimah, S.E., M.Si.

Direktur Direktorat Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI): Andi Hasad, S.T., M.Kom.

Direktur Direktorat Administrasi dan Pengembangan Akademik (DAPA): Sisferi Hikmawan, S.Kom.M. Kom.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA): Dr. Hasan Basri, M.Pd.

Direktur Direktorat Umum, Keuangan dan Sumber Daya Manusia (DUKS): Dewi Siti Bunyanah, S.H.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM): Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si.

Kepala Lembaga Pengawas Internal (LPI): Dr. Muhammad Amin Bakri, M.T.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM): Endang Suryana Priyatna, M.Hum., M.A., Ph.D.

Sumber:
https://unismabekasi.ac.id (25 September 2025)