Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi secara resmi bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). Perubahan identitas ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 704/B/O/2026, yang menandai babak baru perjalanan institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tata kelola, serta daya saing di tingkat nasional maupun global.
Transformasi tersebut merupakan kelanjutan dari proses alih kelola yang berlangsung secara bertahap. Sejak 28 Agustus 2025, pengelolaan UNISMA Bekasi secara resmi beralih dari Yayasan YPI “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momentum ini menjadi landasan strategis bagi pengembangan universitas sebagai bagian dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Sebagai institusi yang memiliki sejarah panjang sejak 1982, kampus ini terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, universitas mengusung semangat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, jiwa kepemimpinan, karakter Islami, serta kesiapan menghadapi tantangan era global dan revolusi industri berbasis teknologi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar pergantian identitas, melainkan representasi dari visi besar Muhammadiyah dalam menghadirkan perguruan tinggi berkelas dunia. Beliau menyampaikan bahwa transformasi ini diharapkan mampu memperluas kebermanfaatan universitas, “dari Kota Bekasi untuk Indonesia, kemudian mendunia,” sehingga UM Indonesia menjadi pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa serta peradaban global, berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Dalam rangka mensyukuri terlaksananya ibadah khitan Ananda Andi Muhammad Al-Ghifari, diselenggarakan kegiatan tasyakuran yang dikemas dalam suasana penuh kebersamaan di Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah Kota Bekasi pada hari Ahad, 21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus implementasi nilai-nilai kepedulian sosial melalui berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan melalui doa bersama, silaturahmi, serta pemberian santunan dan bingkisan kepada anak-anak panti. Momentum ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur keluarga atas terlaksananya prosesi khitan, tetapi juga memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah, empati, serta kepedulian terhadap sesama yang merupakan bagian dari nilai-nilai Muhammadiyah. Melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak panti asuhan, tasyakuran ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa setiap momen kebahagiaan akan semakin bermakna ketika dapat dirasakan bersama dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah keluarga Andi Muhammad Al-Ghifari, yang bersama-sama berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan dalam suasana yang penuh keakraban. Kehadiran keluarga tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga mencerminkan pentingnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang diwariskan antargenerasi.
Berdiri sejak tahun 1982 dan memiliki wilayah seluas 10 hektar menjadikan Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi sebagai universitas pertama dan terbesar di Kota Bekasi. Sebagai lembaga yang menjamin standar mutu pendidikan, UNISMA Bekasi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
UNISMA Bekasi lahir dari semangat pembangunan Kota Bekasi di Bidang Pendidikan. Pada tahun 1982 Bupati Bekasi saat itu sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) “45” Bekasi, H. Abdul Fatah, mendirikan Akademi Pembangunan Desa (APD) sebagai lembaga pendidikan masyarakat Bekasi.
H. Abdul Fatah mengatakan bahwa, “Sebuah kota akan maju apabila memiliki sumber daya yang cerdas dan mumpuni.”
Atas semangat tersebut berdirilah Akademi Pembangunan Desa (APD) Bekasi yang mulanya bertempat di Gedung Juang 45 Bekasi. Akademi Pembangunan Desa (APD) inilah yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya lembaga Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi.
UNISMA Bekasi telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang menaungi 7 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana dengan 26 program studi, termasuk 5 program magister. Terhitung mulai Kamis, 28 Agustus 2025, pengelolaan UNISMA Bekasi secara resmi dialihkan dari Yayasan YPI “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Seiring dengan itu, UNISMA Bekasi bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia).
Untuk memberikan kemudahan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Bekasi, UM Indonesia (UNISMA Bekasi), yang sebelumnya memiliki 3 pilihan program kuliah yaitu reguler pagi (A), reguler sore/malam (B), dan eksekutif/karyawan (C), menjadi 2 pilihan, yaitu kelas reguler dan kelas karyawan, sehingga memudahkan Anda menentukan pilihan kuliah yang sesuai.
Selain fokus di bidang pendidikan, UM Indonesia (UNISMA Bekasi) juga memiliki misi mengembangkan bakat, minat dan keahlian mahasiswa. Untuk itu UM Indonesia (UNISMA Bekasi), menyediakan pelbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat ikuti oleh mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka.
Dengan slogan Preparing the Future UM Indonesia (UNISMA Bekasi) memiliki visi menghasilkan insan Khairu Ummah bagi masyarakat. Sehingga sarjana UNISMA Bekasi tak hanya mumpuni di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), namun juga disertai dengan akhlakul karimah.
UM Indonesia (UNISMA Bekasi) merupakan kampus terbesar dan kampus terbaik di Bekasi dan saat ini menerima pendaftaran mahasiswa baru. Biaya kuliah di Unisma Bekasi dapat diangsur per-bulan atau 3X per-semester. Biaya kuliah dapat di dilihat dan download di sini dan brosur penerimaan mahasiswa baru dapat dilihat dan diunduh di sini