Verifikasi dan Validasi dalam Simulasi Model

VERIFIKASI DAN VALIDASI DALAM SIMULASI MODEL

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Verifikasi bertujuan untuk membuktikan bahwa sesuatu ada atau benar, atau untuk memastikan bahwa sesuatu adalah benar (Verify : to prove that something exists or is true, or to make certain that something is correct), sedangkan validasi bertujuan untuk membuat sesuatu yang resmi diterima atau disetujui, terutama setelah memeriksanya (Validate : to make something officially acceptable or approved, especially after examining it)  (Cambridge Dictionaries Online, 2011).

Menurut Sargent (1999) verifikasi model yang terkomputerisasi (computerized) memastikan bahwa pemrograman komputer dan implementasi model konseptual adalah benar. Untuk membantu memastikan bahwa sebuah program komputer adalah benar, desain program dan prosedur pengembangan pada bidang software engineering sebaiknya digunakan dalam pengembangan  dan implementasi program komputer. Hal ini termasuk desain object oriented, desain top-down, pemrograman terstruktur dan modularity program. Sedangkan validasi model terkomputerisasi (computerized)  berarti memastikan  bahwa program komputer dari model yang terkomputerisasi beserta implementasinya adalah valid (sah dan diterima ) atau tidak valid.

Gambar 1  Proses Pemodelan Sistem (Sargent, 1999)

Dalam proses validasi, terdapat 3 pendekatan utama yang digunakan untuk menentukan kapan sebuah model simulasi adalah valid atau tidak valid. Setiap pendekatan membutuhkan tim pengembangan model untuk melakukan verifikasi dan validasi sebagai bagian dari proses pengembangan model. Pendekatan umum yang paling banyak untuk tim pengembangan adalah membuat keputusan bahwa model tersebut valid. Ini adalah keputusan subyektif yang berdasarkan pada berbagai pengujian dan evaluasi yang dilakukan sebagai bagian dari proses pengembangan model.

Tabel 1 Evaluasi Untuk Validitas Model Konseptual

Tabel evaluasi untuk validitas model konseptual

Pendekatan yang lain, sering disebut verifikasi dan validasi independen, digunakan oleh pihak ketiga (independen) untuk menentukan kapan model itu valid. Pihak ketiga adalah independen dari kedua sisi, baik dari sisi tim pengembangan model maupun sponsor/pengguna model. Setelah sebuah model dikembangkan, pihak ketiga melakukan evaluasi untuk menentukan validitasnya. Berdasarkan validasi ini, pihak ketiga membuat sebuah keputusan subyektif pada validitas dari model tersebut.

Pendekatan terakhir untuk menentukan kapan sebuah model adalah valid untuk digunakan adalah model penentuan nilai (scoring). Skor atau bobot ditentukan secara subyektif ketika melakukan proses validasi dari berbagai aspek dan kemudian dikombinasikan untuk menentukan nilai (skor) kategori dan skor keseluruhan untuk model simulasi. Sebuah model simulasi dinyatakan valid jika skor kategori dan skor keseluruhan  lebih besar dari beberapa skor lainnya. Pendekatan ini tidak sering digunakan dalam praktek.

Gambar 2  Simulasi Komputer

Menurut Hoover dan Perry  (1989) verifikasi adalah pemeriksaan apakah program komputer simulasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dengan pemeriksaan program komputer. Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi konseptual (diagram alur dan asumsi) ke dalam bahasa pemrograman secara benar (Law dan Kelton, 1991), sedangkan validasi adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata ? (Hoover dan Perry, 1989). Validasi adalah penentuan apakah model konseptual simulasi (sebagai tandingan program komputer) adalah representasi akurat dari sistem nyata yang sedang dimodelkan (Law dan Kelton, 1991).

Sargent (1999) menyimpulkan dalam papernya yang berjudul “Verification and Validation of Simulation Models” bahwa verifikasi dan validasi model adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan sebuah model simulasi. Namun disayangkan, tidak ada pengujian khusus yang dapat dengan mudah diaplikasikan untuk menentukan “kebenaran” dari sebuah model. Lebih jauh, belum ada algoritma yang dapat menentukan teknik atau prosedur apa yang dapat digunakan. Setiap proyek simulasi menghadirkan sebuah tantangan yang unik dan baru.

Selengkapnya … Baca ringkasan disini  [Download pdf Writing] [Download pdf Sargent]

Referensi

Cambridge University Press. 2011. Cambridge Dictionaries Online. http://dictionary.cambridge.org/, diakses pada 1 Oktober 2011.

Hoover, Perry. 1989. Simulation A Problem-Solving Approach. Addison-Wesley., USA.

Law, Kelton. 1991. Simulation Modeling and Analysis. McGraw-Hill Inc., 2nd Edition, New York, USA.

Sargent RG. 1998. Verification and Validation of Simulation Models. Proceeding of The 1998 Winter Simulation Conference. USA. hlm 121-130.