BOBBY FISCHER Si Manusia Catur

Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung. Sulit dilukiskan secara pasti reaksi saya saat pertama kali mendengar nama Bobby Fischer. Namun namanya sudah akrab di telinga saat saya* masih kecil. Ketika dia mengalahkan Boris Spassky dan merebut gelar juara dunia tahun 1972, saya masih seorang pecatur ingusan berumur 9 tahun di daerah asal saya, Baku, Uni Sovyet.

bobby-fischer-3

Saya memang mengikuti pertandingan yang berlangsung. Koran-koran mewartakan secara besar-besaran pertandingan itu, meski belakangan semua pembaca sadar juara dunia Sovyet akhirnya kalah. Buku Fischer berjudul “My 60 Memorable Games” adalah salah satu buku catur pertama saya. Buku ini sendiri diterjemahkan dalam bahasa Rusia tanpa mengindahkan hak penulis akan royalti.

Pada tahun 1970-an, pelatih saya, Alexander Nikitin, membuat alur untuk menyusuri kemajuan catur saya sambil membuat sejumlah target yang harus saya capai. Elo rating di atas 2.500 adalah gelar grand master, elo rating 2.600 berarti saya masuk 10 besar dunia, sedangkan elo 2.700 artinya saya akan masuk ke lingkaran juara dunia. Dan di puncak itu semua adalah Bobby Fischer, dengan elo rating tertinggi 2.785.

Saya kemudian berhasil menjadi juara dunia pada tahun 1985. Tetapi visi Nikitin benar, bahwa saya harus bekerja keras. Saya sendiri harus bermain selama empat tahun penuh untuk melewati elo rating yang dibuat Fischer.

Sikap Fischer di papan catur atau di luar permainan menunjukkan ia praktis tak memiliki lawan yang setara kuatnya.

Sebelum Fischer, tak seorang pun pecatur siap bermain mati-matian untuk setiap partai. Sebelumnya tak ada seorang pun yang mau menghabiskan waktunya di dekat jarum jam catur untuk mendorong catur ke sebuah tingkat yang sama sekali baru. Namun Fischer melakukannya.

Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov.

Seseorang grand master memperkirakan semestinya Taimanov menang karena ia memiliki kekuatan di pergerakan ratu. Namun David Bronstein, seorang penantang juara dunia tahun 1951, membantahnya, “Ah, kita tidak tahu persis apa yang akan Fischer lakukan.”

Tak lama kemudian, lembaga olahraga Sovyet memanggil Taimanov dan para master catur lain untuk mendiskusikan ketidakmampuan Taimanov mengalahkan pecatur Amerika. Bagaimana ia bisa gagal? Apakah ia tak tahu dia seorang pecatur yang dipilih mewakili negara? Boris Spassky akhirnya angkat bicara, “Saat kita semua kalah dari Fischer, apakah kita juga akan menginterogasi Fischer kenapa dia bisa terus-menerus menang?”

Setelah Perang Dunia kedua, Amerika tidak memiliki tradisi catur yang kuat. Di sana tradisi catur amat lemah, terbatas pada beberapa sekolah yang mendidik bakat-bakat muda. Sehingga bagi seorang pecatur Amerika, untuk mencapai level kejuaraan dunia di tahun 1950-an menunjukkan sebuah dedikasi pribadi yang luar biasa.

Kebangkitan Fischer mengatasi mesin catur Sovyet, yang berpuncak pada kemenangan Fischer atas Spassky di Reykjavic, Islandia, tahun 1972, tentunya membutuhkan upaya luar biasa besar.

Fischer sendiri memutuskan melepas gelar juara dunia caturnya tahun 1975. Pengunduran dirinya di masa lalu itu telah mempermalukan Uni Sovyet, yang saat itu diwakili oleh sosok Anatoly Karpov.

Akibat tindakan itu, Fischer mengalami isolasi dan kemurkaan. Fischer tak pernah bermain lagi hingga tahun 1992 saat mengalahkan kembali Spassky dalam pertandingan ulang yang diadakan secara rahasia. Setelah itu ia makin jarang bermain di depan publik.

Seperti telah mendapat restu dewa catur di pegunungan Olympus, ia tak lagi menemukan sebuah tujuan baru untuk melampiaskan kekuatan dan gairahnya pada catur.

bobby-fischer

Saya sering ditanya apakah saya pernah mendapat kesempatan bermain dengan Bobby Fischer. Jawabannya adalah tidak. Saya memang tidak pernah mendapat kesempatan itu.

Namun, meski ia kerap memandang saya sebagai bagian dari komplotan iblis kemapanan catur (FIDE) yang telah merampok gelarnya dan mencurangi dia, saya harus meminta maaf karena tak pernah punya kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangan pribadinya bagi olahraga catur.

Belakangan, banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusannya menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.

Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Iceland, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur.

* Gary Kasparov, penulis buku “How Life Imitates Chess,” peringkat pertama catur sejak tahun 1985 sampai mengundurkan diri tahun 2005.

BOBBY FISCHER : PARTAI TONGGAK KEMUNCULAN SANG LEGENDA
Maka hari itu, di bulan Oktober 1956, dengan bernafsu Bobby Fischer mengambil tempat duduknya di Marshall Chess Club yang berlokasi di West Village, Manhattan, meninggalkan ibunya yang tertatih-tatih membuntutinya. Seluruh gerombolan yang mengandalkan lengan, otak, dan perangkat catur, telah berkumpul di dalam ruangan. Bobby termasuk salah satunya. Ia telah diundang untuk bertanding melawan 11 pecatur Amerika terbaik masa itu, pada turnamen yang dinamakan Rosenwald Memorial.

bobby-fischer 1957 - 13 tahun menang

Berbekal I.Q yang sangat tinggi (diperkirakan 181, lebih tinggi dibanding I.Q Einstein) dan memori otak yang luas (di mana ia menyimpan berbagai posisi dan analisa dari semua game/partainya yang sangat berharga tanpa kesulitan, sementara remaja tanggung seusianya tentunya sudah kelelahan selama duduk belajar di sekolah setengah harian), serta tanda-tanda keajaiban seorang anak yang membenci kegagalan dan baru saja belajar bagaimana menerima kekalahan tanpa menangis, bersiap-siaplah Bobby Fischer untuk berkompetisi dengan sekumpulan pria terpelajar berpakaian rapi yang mengenakan jas dan dasi. Bobby sendiri mengenakan kaus belang-belang tanpa krah, dengan potongan rambut pendek yang sepertinya jarang disisir (atau baru saja dipermainkan angin), penampilan pas dari seorang bocah laki-laki yang sedang tumbuh remaja. Tatapannya tajam, penuh rasa percaya diri, seolah ia menyimpan tongkat pemukul yang siap digunakan sewaktu-waktu… Lawan di seberangnya hari itu adalah Master Internasional bermasa depan cerah bernama Donald Byrne, berusia 26 tahun, dan sangat agresif dalam permainan catur. Gaya bermain Byrne adalah “no-draw” (tidak ada kompromi remis), sehingga membuat Byrne menjadi pemain paling berbahaya di Amerika.
Di beberapa buku catur yang sudah beredar luas mengenai Bobby Fischer & partai-partainya terdapat kesalahan redaksional yang semestinya diralat. Memang benar Donald Byrne beberapa kali berhadapan dengan Fischer, tetapi partai tonggak kemunculan Bobby Fischer bukan yang di Kejuaraan USA tahun 1963, melainkan yang berikut ini:
Byrne, D – Fischer, R [D97]
Rosenwald Memorial, New York, 1956
1.Nf3 Nf6 2.c4 g6 3.Nc3 Bg7 4.d4 0–0 5.Bf4 d5 6.Qb3 dxc4 7.Qxc4 c6 8.e4 Nbd7 9.Rd1 Nb6 10.Qc5 Bg4 11.Bg5 Na4 12.Qa3 Nxc3 13.bxc3 Nxe4 14.Bxe7 Qb6 15.Bc4 Nxc3 16.Bc5 Rfe8+ 17.Kf1 (diagram) 17…Be6 18.Bxb6 Bxc4+ 19.Kg1 Ne2+ 20.Kf1 Nxd4+ 21.Kg1 Ne2+ 22.Kf1 Nc3+ 23.Kg1 axb6 24.Qb4 Ra4 25.Qxb6 Nxd1 26.h3 Rxa2 27.Kh2 Nxf2 28.Re1 Rxe1 29.Qd8+ Bf8 30.Nxe1 Bd5 31.Nf3 Ne4 32.Qb8 b5 33.h4 h5 34.Ne5 Kg7 35.Kg1 Bc5+ 36.Kf1 Ng3+ 37.Ke1 Bb4+ 38.Kd1 Bb3+ 39.Kc1 Ne2+ 40.Kb1 Nc3+ 41.Kc1 Rc2# 0–1

lambang catur

Segera sesudah pertandingan dimulai, Bobby, memegang buah hitam, dengan cepat mengasumsikan Pertahanan Grünfeld, menyerahkan petak-petak sentrum untuk dikuasai sementara oleh bidak-bidak Byrne, yang nantinya akan menjadi target serangan baliknya dari sayap Menteri. Byrne dengan cepat melangkahkan Menteri-nya, sepertinya tidak ingin membuang-buang waktu untuk menekan habis posisi sang remaja ingusan. Namun, pada langkah ke-11, Bobby tidak saja mengancam Menteri Byrne, tetapi juga memberikan Kudanya secara cuma-cuma melalui lajur tepi – lajur a. Byrne agak bimbang melihat langkah “aneh” itu, tetapi posisi Menterinya memang canggung – mudah diserang dan diburu, maka setelah berpikir agak lama ia memilih mengamankan Menterinya terlebih dahulu.
Bobby mempunyai kebiasaan membungkuk mengawasi papan catur sambil menggigit-gigit kukunya dengan gugup, yang mana seolah-olah mencerminkan langkah-langkahnya tidak meyakinkan – sepertinya asal jalan. Byrne pasti masih mempunyai pilihan langkah lain yang lebih baik, tetapi karena ia terlambat mengamankan Rajanya dari tengah papan melalui rokade, tanpa disadari ia telah membukakan peluang serangan bagi sang remaja tanggung. Bobby segera menukar Kudanya dengan Kuda Byrne, dan memperoleh keuntungan satu bidak serta penguasaan petak sentrum. Dan kemudian: apa ini? Sang bocah-remaja dalam posisi terkena penggarpuan kualitas, sekonyong membuka selubung serangan balik dari divisi Panzer-nya. Kumpulan penonton berkerut dahi mencoba meneliti dan menganalisa partai itu, lalu saling berbisik-bisik, “Langkah anak itu aneh, sebentar lagi pasti dia akan menyerah karena kalah kualitas!” Sebagian besar penonton sependapat, dan berbisik, “Taktiknya tidak terlalu dalam, enak benar hari ini Byrne mendapat lawan seperti itu!”
Empat langkah kemudian, yang mana ia sendiri mengakui bahwa langkahnya itu adalah salah satu yang terbaik selama karirnya, Bobby membiarkan buah catur terkuatnya – yaitu Menterinya – yang sedang berada dalam ancaman Gajah Putih petak hitam dan malah menjalankan Gajah petak putihnya mundur untuk menantang pertukaran Gajah! Keberanian melangkahkan buah catur seperti itu, apalagi berasal dari bocah-remaja usia 13 tahun, sepertinya hal yang mustahil di masa itu (bahkan juga di masa kini) – seolah ada bisikan gaib yang menuntunnya… dan tampaknya sebagai isyarat awal bahwa sebuah talenta – atau sebuah keajaiban – yang tidak terduga, yang luar biasa, telah hadir di dunia catur… Sedangkan sesuatu hal aneh yang salah telah terjadi bagi Byrne hari itu! Sekalipun Donald Byrne adalah pecatur pemula, siapakah yang berani membiarkan Menteri-nya ditukar dengan Gajah dalam sebuah pertandingan resmi tingkat nasional?

bobby-fischer 1957 - 13 tahun

Ketika Byrne memukul Menteri itu tanpa berpikir lama-lama, menyangka Bobby telah melakukan blunder dan berharap komplikasi yang akan terjadi mampu diatasinya, ia telah menyegel nasibnya sendiri. Dengan pertukaran yang tidak seimbang, Bobby justeru telah menempatkan buah-buah caturnya dalam posisi yang akurat, menyiapkan badai serangan dahsyat – perpaduan kerjasama antara satu Kuda, dua Gajah, dan dua Benteng – guna membuka lajur dan diagonal, yang selanjutnya membawa Byrne masuk ke pusaran sekak berkali-kali tanpa mampu memberdayakan Menterinya yang sudah telanjur “mengungsi” ke tepian papan…
Partai itu selesai dalam 41 langkah. Awalnya Byrne gesit berburu mangsa seperti seekor tupai, dan mayoritas penonton pun berpihak untuk kemenangannya. Kemudian, dalam sejarah analisa dan peninjauan selanjutnya melalui masukan komputer, pengorbanan Menteri di langkah ke-17 itu betapa pun merupakan langkah yang paling kuat, meskipun teori tegas-tegas melarang menyerahkan buah catur terkuat Anda tanpa hasil nyata, apalagi dengan hanya mendapat imbalan Gajah! Tetapi komputer juga jelas tidak akan pernah menaruh Menteri di petak yang penuh resiko seperti yang dilakukan Bobby!
“Langkah-langkahnya” segera membuat Bobby Fischer menjadi bahan percakapan utama di dunia catur, bahkan selanjutnya menjadikannya semacam “dewa catur” dalam dongeng-dongeng pengisi waktu. Itulah awal kecemerlangannya, yang ternyata akan terus berkilau selamanya… Ia menciptakan langkah-langkah sederhana namun unik, menarik garis lurus dari seluruh masalah yang rumit, dan ketika perangkapnya telah menemukan mangsa, maka kita pun akan dapat melihat maksud dan tujuannya dengan jelas. Gaya caturnya sangat brilian: efisien, terorganisir, responsif dan kreatif.
Pada catatan Bobby hari itu, semua tampak sederhana. Apa yang dilangkahkan adalah apa yang direncanakannya. Ketika pertandingan selesai, tanpa terlihat tangannya mencoretkan kata “Mate-mat” yang sekilas terbaca seperti kata “Mute-bisu” di kertas notasinya, kemudian ia mengenakan jaket dan berlalu bersama ibunya. Ia berakhir di peringkat ke-8 pada Turnamen Rosenwald Memorial itu, dan Donald Byrne di peringkat ke-6, namun semua lawan Bobby adalah pecatur-pecatur tangguh di masa itu. Pada tahun depan, 1957, ia telah menjuarai Kejuaraan Catur Terbuka Amerika, dan tahun berikutnya ia memperoleh gelar Grandmaster pada usia 15 tahun – suatu pencapaian luar biasa, melesat bagai meteor – meninggalkan puluhan pecatur tangguh lainnya tanpa banyak cakap dan suara.
“MemBisu”. Mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkan dirinya… saat itu dan saat ini… sesuai coretannya di kertas notasi partai tonggak kemunculannya…
Diagram partai tonggak kemunculan sang legenda (D. Byrne – R. Fischer, Rosenwald Memorial, 1956) sesudah langkah putih–Byrne: 17.Kf1 (Raja ke f1). Selanjutnya giliran hitam–Fischer melangkah. Ia tidak memindahkan Menterinya yang berada di petak b6, yang sedang diancam oleh Gajah di petak c5, malah menarik mundur Gajahnya yang berada di petak g4 ke e6…
fischer 1957


PERTANDINGAN CATUR

Telah berlangsung pertandingan catur , berlokasi di kampus Universitas Islam “45” (Unisma) Bekasi dari tanggal 22 – 24 Juni 2009 yang diselenggararakan oleh Paguyuban Rakyat Pencinta Catur Bekasi. Acara berlangsung meriah, diikuti oleh 32 peserta dari Karyawan, Mahasiswa, Dosen Unisma dan masyarakat Umum. Panitia ( Nasir, Rohadi, Rustam dan Mamad ).

Peserta yang masuk semi final :
1. Andi Hasad, S.T., M.Kom. / Dosen Teknik Elektro (Juara Grup A1)
2. Rahmadya Trias, S.T., M.Kom. / Dosen Teknik Komputer ( Juara Grup B1)
3. Agung / Mahasiswa FKSB (Juara Grup A2)
4. Uhen Rohendi / Karyawan Teknik (Juara Grup B2)

Hasil akhir :
Juara I : Andi Hasad, S.T. M. Kom.
Juara II : Agung
Juara III : Uhen Rohendi
Juara IV : Rahmadya Trias, S.T., M. Kom.

catur 22-24 Juni 09 kecil oke1

Pertandingan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dan memajukan catur di lingkungan Bekasi umumnya dan di Kampus Unisma khususnya. Bravo untuk panitia dan selamat kepada para juara

4 respons untuk ‘BOBBY FISCHER Si Manusia Catur

  1. Bobby fischer pecatur dunia yang pertama saya kenal dan jadi favorit, setelah saya dewasa saya tahu bahwa pilihan saya sangat tepat, dia adalah yang terbaik dari yang terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s