Keuntungan dan Kerugian Penggunaan NAT

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN NAT

DALAM ADMINISTRASI JARINGAN

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

 Internet Protocol Address (alamat IP) merupakan suatu komponen vital dalam dunia internet, karena alamat IP dapat dikatakan sebagai identitas dari pemakai internet, sehingga antara satu alamat dengan alamat lainnya tidak boleh sama. Pada awal perkembangan internet digunakan IP versi 4 (IPv4) yang penggunaannya masih dirasakan sampai sekarang.

Sebelum terciptanya internet protokol, jaringan memiliki peralatan dan protokol tersendiri yang digunakan untuk saling berhubungan, sehingga mainframe vendor A tidak dapat berkomunikasi dengan mini computer pada vendor B, begitu pun sebaliknya. Dari permasalahan tersebut, kemudian dibuatlah suatu protokol yang dapat digunakan secara umum untuk menyatukan berbagai perbedaan dalam penggunaan perangkat yang terhubung didalam jaringan. Protokol tersebutlah yang sampai saat ini masih mendominasi dalam pemakaiannya oleh masyarakat banyak, yaitu internet protokol versi 4 atau disingkat IPv4.

 

Gambar 1  Contoh Pengalamatan IPv4

IPv4 yang kita kenal saat ini, dibagi dalam beberapa kelas. Alasan pembagian kelas tersebut adalah :

  • Memudahkan  sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
  • Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).
  • Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
  • Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.

Gambar 2  Pembagian Kelas pada IPv4

              Network Address Translation atau NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4, memiliki panjang alamat 4 byte berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet.

Keterbatasan alamat pada IPv4 merupakan masalah pada jaringan global atau Internet. Untuk memaksimalkan penggunakan alamat IP yang diberikan oleh Internet Service Provider (ISP), maka dapat digunakan Network Address Translation atau sering disingkat dengan NAT. NAT membuat jaringan yang menggunakan alamat lokal (private), alamat yang tidak boleh ada dalam tabel routing Internet dan dikhususkan untuk jaringan lokal/intranet, agar dapat berkomunikasi ke Internet dengan jalan meminjam alamat IP internet yang dialokasikan oleh ISP.

Gambar 3 Network Address Translation (NAT)

Dengan teknologi NAT maka dimungkinkan alamat IP lokal/ private terhubung ke jaringan publik seperti internet. Sebuah router NAT ditempatkan antara jaringan lokal (inside network) dan jaringan publik (outside network), dan mentranslasikan alamat lokal/internal menjadi alamat IP global yang unik sebelum mengirimkan paket ke jaringan luar seperti Internet. Sehingga dengan NAT, jaringan internal/lokal tidak akan terlihat oleh dunia luar/internet.

NAT dapat dibagi menjadi 2 bagian , yaitu:

1. Statis

Translasi statis terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan kepada sebuah alamat global/internet (outside). Alamat lokal dan global tersebut dipetakan satu lawan satu secara statistik.

2. Dinamis

•   NAT dengan kelompok

Translasi Dinamis terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT Dinamis ini dapat memetakan beberapa kelompok alamat lokal ke beberapa kelompok alamat global.

•    NAT overload

Sejumlah IP lokal (internal) dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global (outside). Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. STiarmg/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metode port multiplexing, atau perubahan port ke paket outbound.

Keuntungan penggunaan NAT, antara lain :

  • Menghemat alamat IP legal yang ditetapkan oleh NIC atau service provider
  • Mengurangi terjadinya duplikat alamat jaringan
  • Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet
  • Menghindarkan proses pengalamatan kembali (readdressing) pada saat jaringan berubah
  • Meningkatkan keamanan sebuah jaringan.
  • Memberikan keluwesan dan performa dibandingkan aplikasi alternatif setingkat proxy.

Kerugian penggunaan NAT, antara lain :

  • Translasi menimbulkan delay switching
  • Menghilangkan kemampuan trace (traceability) end to end IP
  • Aplikasi tertentu tidak dapat berjalan jika menggunakan NAT, khususnya NAT yang menggunakan software

Selengkapnya…  Download [pdf Writing]

Referensi

Hasad Andi. 2010. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan NAT dalam Administrasi Jaringan, Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.

Sugeng, Winarno, 2010, Jaringan Komputer TCP/IP, Modula, Bandung

Tanenbaum, S. Andrew. 2004, Computer Network, Fourth Edition, Prentice Hall, USA

Wahjuni, Sri, 2010, Materi Kuliah Analisis Jaringan Komputer, Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor

Wendel Odom, 2004, CCNA ICND Exam Certification Guide, Cisco Press, Indianapolis, USA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s