Penerima Pendanaan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Di Perguruan Tinggi Tahun 2017. Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Penguatan Riset Dan Pengembangan.

Alhamdulillah, Penelitian Produk Terapan (PPT) lolos pendanaan KemenRistek Dikti Direktorat Jenderal Penguatan Riset Dan Pengembangan. Semoga pelaksanaannya dimudahkan dan dilancarkan, hasilnya bermanfaat bagi peneliti/instansi dan masyarakat.

Perguruan Tinggi : Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma Bekasi)
Skema : Penelitian Produk Terapan
Nama : Andi Hasad
Judul : Pengembangan Sistem Piconet Pervasive Pada Transmisi Data Rate Video Streaming Melalui Jaringan Bluetooth Sebagai Media Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Dalam pendaanaan tahun 2017, tercatat 4 dosen (semua dari Fakultas Teknik Unisma Bekasi) yang lolos pendanaan skema Penelitian Produk Terapan (PPT), sedangkan dalam skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), terdapat 10 dosen dari berbagai Fakultas yang dinyatakan lolos pendanaan. Selengkapnya sebagai berikut:

Penelitian Produk Terapan (PPT)

Penelitian Produk Terapan (PPT)

 Penerima Pendanaan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Di Perguruan Tinggi Tahun 2017. Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Penguatan Riset Dan Pengembangan.

Download surat resmi  Sumber Simlitabmas Ristek Dikti

Pelantikan Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia – Majelis Pengurus Daerah (ADI – MPD) Bekasi, periode 2016 – 2021

img-20161221-wa0034

img-20161221-wa0035

Pelantikan Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia – Majelis Pengurus Daerah (ADI – MPD) Bekasi, periode 2016 – 2021

Pengabdian Pada Masyarakat, Pelatihan Instalasi, Perakitan dan Perbaikan komputer (10 hari) di Medan Satria Bekasi.

1

2

3

4

5

6

11

Pengabdian Pada Masyarakat,  Pelatihan Instalasi, Perakitan dan Perbaikan komputer (10 hari). Diadakan oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bekasi bekerjasama dengan Fakultas Teknik Unisma skema Program IbW dan LPK Zenith, Medan Satria Bekasi.

Research Workshop “Intelligent Transportation” di ITB Bandung

photo-bersama-dr-ivana

Photo bersama nara sumber Research Workshop “Intelligent Transportation System in Smart Cities Development” Dr. Ivana (University of Ghent, Belgium), 23  Nopember 2016 di Teknik Instrumentasi dan Kontrol ITB Bandung

Pelatihan Desain Web dan Blog. Program Pengabdian Pada Masyarakat, IbW di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi.

Web design

Pelatihan Desain Web dan Blog. Program Pengabdian Pada Masyarakat, IbW di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Keterampilan Teknologi. Sumber Dana Ristek DIKTI Tahun Anggaran  2016.

Uji kompetensi Profesi Komputer, Gelombang ke-2, ke-3 dan ke-4

Gelombang 2 Gelombang 4 Gelombang 3

Uji kompetensi Profesi Komputer, Gelombang ke-2, ke-3 dan ke-4.

Rata-rata 30% asesi (peserta) dinyatakan Kompeten dan 70% Belum Kompeten. Bagi yang kompeten, tingkatkan terus kualitas dan kompetensi anda ke jenjang berikutnya, bagi yang belum kompeten, jangan patah semangat, ikuti pelatihan, tingkatkan kualitas diri dan tetap berjuang sampai anda dinyatakan kompeten.

Uji Kompetensi Profesi Komputer

Uji Kompetensi Profesi Komputer

uji-kompentensi-komputer-1

uji-kompetensi-komputer-2

pelaksanaan-uji-kompetensi-3

Photo bersama Asesor BNSP  dan Peserta dalam Uji Kompetensi Profesi Komputer, di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sainstech Unisma Bekasi.

Asesor BNSP Uji Kompetensi Profesi Komputer
1. Andi Hasad
2. Toni Pribadi
3. A. Hafid Paronda
4. M. Amin Bakri
5. Maimunah

pelaksanaan-uji-kompetensi-1

pelaksanaan-uji-kompetensi-2

Pelaksanaan Uji Kompetensi Profesi Komputer

Selamat bagi peserta (asesi) yang dinyatakan Kompeten. Tetap semangat bagi yang belum kompeten.

Presentasi Seminar Usul Penelitian Produk Terapan dan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun 2016

Presentasi PPT 15-16082016

Seminar Usulan PPT 1

Seminar Usulan PPT 2

Ketua Peneliti dan Para Reviewer PPT 2016

Kegiatan Seminar Usulan Program Riset Terapan ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi) Tahun 2016 ini bertujuan antara lain:

  1. Mengundang para ketua peneliti (yang usulan penelitiannya lulus pada seleksi tahap pertama/Desk Evaluation) untuk mempresentasikan usul penelitiannya di hadapan para reviewer sebagai penilai.
  2. Menilai usulan penelitian ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan TInggi) PTS Kelompok Binaan Tahun 2016 dari perguruan tinggi yang lulus seleksi tahap pertama.
  3. Untuk Ditetapkan sebagai calon penerima penelitian tahun 2017.
  4. Untuk memastikan tidak adanya duplikasi penelitian.

Dari Universitas Islam 45 Bekasi, ada 4 proposal yang dinyatakan lulus Desk Evaluation, dan masuk ke tahap berikutnya presentasi seminar usul penelitian, yaitu:

  1. Andi Hasad (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Elektronika,  Universitas Islam 45 Bekasi
  2. Sugeng (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Elektro, Universitas Islam 45 Bekasi
  3. Anita Setyowati Srie Gunarti (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Sipil,  Universitas Islam 45 Bekasi
  4. Rahmadya Trias Handayanto (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Komputer,  Universitas Islam 45 Bekasi

Ketua Peneliti PPT Unisma Bekasi

Salah satu reviewer Dikti pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Kuncoro, S.T., M.T., Guru Besar Universitas Sebelas Maret, Solo. Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses , 15-16 Agustus 2016, berlokasi di Hotel Harris, Jl. Peta Bandung.

Hasil dari kegiatan ini merupakan pertimbangan bagi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, dalam menentukan usulan baru penelitian yang akan didanai pada tahun anggaran 2017.

Lampiran:

Undangan Peserta Seminar Usulan Penelitian Riset Terapan Tahun 2016 di Bandung

Lampiran Undangan Seminar Usul Riset Terapan

Sumber:

Panduan Kegiatan Seminar Susulan Program Riset Terapan ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi) PTS Kelompok Binaan. DRPM, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan. Ristek DIKTI, 2016.

Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi

Raker Muhammadiyah 1 Raker Muhammadiyah 2 Raker Muhammadiyah 3

Rapat Kerja (Raker)  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi periode 2015-2020, berlangsung selama 2 hari, 30 – 31 Juli 2016 di Puncak Cisarua, Bogor.  Dalam acara, tampil sebagai nara sumber pertama H. Ahmad Syaikhu, Wakil Walikota Bekasi. Raker berjalan lancar dan menghasikan rumusan, yang Insya Allah dimanfaatkan untuk memajukan umat menuju kota Bekasi yg maju, sejahtera dan ihsan.

Pelantikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi Periode 2015-2020

PDM Kota Bekasi 2015-2020

Pengurus baru Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Bekasi periode 2015-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat, di kantor Muhammadiyah Kota Bekasi,Sabtu (23/7).

Prosesi pelantikan juga dibarengi dengan dilantiknya pengurus Aisyiyah Kota Bekasi periode 2015-2020 sekaligus acara silaturahim.

Ketua Muhammadiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghozali dalam sambutannya mengatakan, di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah diharapkan bisa lebih berdaya bagi umat, khususnya di Kota Bekasi.

Untuk itu, maka Muhammadiyah akan memperkuat amal usaha Muhammadiyah di segala sektor.

“Kita ingin Muhammadiyah bisa lebih berdaya dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Karenanya, segala amal usaha Muhammadiyah akan kita perkuat,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan warga Muhammadiyah Kota Bekasi, Sabtu (23/7).

Salah satu sektor yang sedang dikuatkan yaitu sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah menargetkan berdirinya Pesantren Muhammadiyah yang rencananya akan di bangun di Kota Bekasi.

“Kita sedang mempersiapkan pembangunan pesantren Muhammadiyah Kota Bekasi. Mudah-mudahan pesantren tersebut bisa segera berdiri,” kata dia.

Untuk pesantren sendiri, Muhammadiyah berterimakasih kepada Fraksi PAN DPR RI, yang sudah memberikan sumbangan kepada Muhammadiyah Kota Bekasi untuk pembangunan pesantren senilai Rp700 juta yang diberikan melalui anggota DPR RI daerah pemilihan Bekasi, Daeng Muhammad.

“Kami berterimakasih atas bantuan yang telah fraksi PAN berikan bisa bermanfaat,” terang dia.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Fraksi PAN DPR RI untuk Muhammadiyah Kota Bekasi.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Fraksi PAN DPR RI untuk Muhammadiyah Kota Bekasi.

Sementara itu, Daeng Muhammad sendiri mengatakan, bantuan tersebut dikucurkan berdasarkan dorongan dan arahan pendiri PAN sekaligus tokoh Muhammadiyah, Amien Rais.

Selain itu, bantuan juga merupakan bentuk kepedulian PAN terhadap Muhammadiyah. Sebab keberadaan PAN sendiri tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah.

“Jadi kami PAN tetap Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah),” kata dia.

Bang Muin bersama Sekretaris PP Muhammadiya, Abdul Mu’ti dan Ketua PD Muhamamdiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghazali.

Bang Muin bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan Ketua PD Muhamamdiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghazali.

Sementara itu, salah satu Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied berharap, kepengurusan Muhammadiyah yang baru saja dilantik bisa segera bekerja dengan baik dan mampu menjalankan program organisasi.

“Bisa langsung kerja, kompak, solid dan bisa menjalankan roda organisasi dengan baik,” kata dia.

Selain Daeng Muhammad yang hadir dalam pelantikan, hadir pula Lucky Hakim yang juga anggota DPR RI daerah daerah pemilihan Bekasi. Selain itu hadir pula perwakilan Pemkot Bekasi dan anggota DPRD Kota Bekasi serta sejumlah tokoh Muhammadiyah, salah satunya Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama di Kota Bekasi.

Sumber:
abdulmuinhafied.com

 

Operasi dan Aplikasi TRIAC

OPERASI DAN APLIKASI TRIAC

 Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Triac atau dikenal dengan nama Bidirectional Triode Thyristor, dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika ditrigger (dihidupkan). Triac dapat ditrigger dengan memberikan tegangan positif ataupun negatif pada elektroda gerbang. Sekali ditrigger, komponen ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misalnya pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Operasi triac sangat mirip dengan SCR. Perbedaannya adalah apabila SCR dihubungkan ke dalam rangkaian ac, tegangan output disearahkan menjadi arus searah sedangkan triac dirancang untuk menghantarkan pada kedua tengahan dari bentuk gelombang output. Oleh karena itu, output dari triac adalah arus bolak-balik, bukan arus searah. Triac dibuat untuk menyediakan cara agar kontrol daya ac ditingkatkan.

Gambar 1 Bentuk fisik triac

Operasi Triac

Kontruksi triac diperlihatkan pada Gambar 2. Triac beroperasi sebagai dua SCR dalam satu bungkus dan dipasang paralel berkebalikan. Rangkaian ekivalen triac diperlihatkan sebagai dua SCR yang dihubungkan paralel terbalik seperti diperlihatkan pada Gambar 3. Dengan demikian, triac mampu menghantarkan dengan salah satu polaritas tegangan terminal. Triac dapat juga ditrigger dengan salah satu polaritas sinyal gerbang.

Gambar 2 Konstruksi Triac

Gambar 3 Struktur, simbol dan rangkaian ekivalen triac

Triac mempunyai tiga terminal; dua terminal utama (MT2) dan terminal utama 1 (MT1) dan gerbang (G). Terminal MT2 dan MT1 dirancang demikian sebab aliran arus adalah dua arah. Karena aliran berinteraksi dengan gerbang, MT1 digunakan sebagai pengukuran terminal referen. Arus dapat mengalir antara MT2 dan MT1 dan juga antara gerbang dan MT1. Triac dapat ditrigger agar konduksi pada salah satu arah dengan arus gerbang bergerak masuk atau keluar dari gerbang. Apabila aliran arah arus terminal utama ditentukan, triac pada dasarnya mempunyai karakteristik pengoperasian internal yang sama dengan SCR. Triac mempunyai empat kemungkinan mode pentriggeran. Sehubungan dengan MT1 yaitu:

  • MT2 adalah positif dan gerbang positif
  • MT2 adalah positif dan gerbang negatif
  • MT2 adalah negatif dan gerbang positif
  • MT2 adalah negatif dan gerbang negatif

Gambar 4 Mode pentriggeran triac

Dua mode pentriggeran tersebut digambarkan pada Gambar 4. Karena triac dapat menghantarkan pada kedua tengahan siklus, maka sangat bermanfaat untuk mengontrol beban yang beroperasi pada arus searah. Efisiensi penuh dapat dicapai dengan menggunakan kedua tengahan gelombang dari tegangan input ac.

Aplikasi Triac

Skema rangkaian penghubungan triac yang dioperasikan dari sumber ac diperlihatkan pada Gambar 5.

 Gambar 5 Rangkaian penghubungan triac ac

Jika tombol tekan PB1 dipertahankan tertutup, arus trigger terus-menerus diberikan pada gerbang. Triac menghantarkan pada kedua arah untuk menghubungkan semua tegangan ac yang diberikan pada beban. Jika tombol tekan dibuka, triac kembali OFF atau mati, apabila tegangan sumber ac dan penahanan arus turun menjadi nol atau polaritas terbalik. Perhatikan bahwa tidak seperti output dari rangkaian SCR yang sama, output rangkaian ini adalah arus bolak-balik, bukan arus searah.

 Gambar 6 Aplikasi triac pada rangkaian penghubungan arus pada motor

Satu aplikasi umum dari triac adalah penghubungan arus ac pada motor ac. Rangkaian penghubungan motor triac pada Gambar 6 menggambarkan kemampuan triac untuk mengontrol jumlah arus beban yang besar dengan jum­lah arus gerbang yang kecil. Aplikasi ini akan bekerja seperti relay solid-state. Transformator penurun tegangan 24 V digunakan untuk mengurangi tegangan pada rangkaian thermostat. Tahanan membatasi jumlah aliran arus pada rang­kaian gerbang-MTl ketika thermostat terhubung kontaknya untuk menswitch triac dan motor ON. Ukuran kerja arus maksimum dari kontak thermostat jauh lebih rendah dibandingkan dengan arus kerja triac dan motor. Jika thermostat yang sama dihubungkan seri dengan motor untuk mengoperasikan motor secara langsung, kontak akan dihancurkan dengan aliran arus yang lebih besar.

Gambar 7 Aplikasi triac untuk merubah arus

Triac dapat digunakan untuk merubah arus ac rata-rata menjadi beban ac seperti terlihat pada Gambar 8. Rangkaian trigger mengontrol titik dari bentuk gelombang ac di mana triac yang dihubungkan ON. Bentuk gelombang yang terjadi adalah masih arus bolak-balik, tapi arus rata-rata diubah. Pada rangkaian penerangan, perubahan arus menjadi lampu pijar akan merubah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh lampu. Jadi, triac dapat digunakan sebagai pengontrol keredupan cahaya. Pada rangkaian motor yang sama, perubahan arus itu akan merubah kecepatan motor. Diac adalah alat seperti transistor dua terminal yang digunakan untuk mengontrol trigger SCR dan triac.

Tidak seperti transistor, dua sambungan diac diberi bahan campuran yang sama kuat dan sama. Simbol diac memperlihatkan bahwa diac bertindak seperti dua dioda yang menunjuk pada arah yang berbeda. Arus mengalir melalui diac (pada salah satu arah) ketika tegangan antaranya mencapai tegangan breakover yang diratakan. Pulsa arus yang dihasilkan ketika diac berubah dari status non-induksi ke status konduksi digunakan untuk pentriggeran gerbang SCR dan triac.

Gambar 8 Aplikasi diac/triac sebagai peredup lampu

Rangkaian eksperimental peredup lampu triac/diac diperlihatkan pada Gambar 8. Ketika tahanan variabel R, ada pada harga terendahnya (terang), kapasitor C1 mengisi dengan cepat pada permulaan dari masing-masing setengah siklus dari tegangan ac. Jika tegangan antara C1, mencapai tegangan triac over dari diac, C1 dikosongkan pada gerbang triac. Jadi, triac ON (lebih awal) pada tiap setengah siklus dan bertahan hidup (ON) sampai akhir triac setengah siklus. Oleh karena itu. arus akan mengalir lewat lampu untuk sebagian besar dari diac setengah siklus dan menghasilkan kecerahan (terang) yang penuh. Pada saat tahanan R1 naik, waktu yang diperlukan untuk mengisi C1, sampai tegangan breakover dari diac bertambah. Hal ini menyebabkan triac menyala kemudian pada setiap setengah siklus. Sehingga panjang waktu arus mengalir pada lampu menjadi berkurang dan cahaya yang dipancarkan juga berkurang.

Selengkapnya … Download [pdf]

Referensi

Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri, Teknik Elektro, UNISMA Bekasi

Petruzella F.D., 2001. Elektronik Industri, Andi Yogyakarta

Operasi dan aplikasi SCR

OPERASI DAN APLIKASI SCR

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Silicon Controlled Rectifier (SCR) merupakan alat semikonduktor empat lapis (PNPN) yang menggunakan tiga kaki yaitu anoda (anode), katoda (cathode), dan gerbang (gate) – dalam operasinya. SCR adalah salah satu thyristor yang paling sering digunakan dan dapat melakukan penyaklaran untuk arus yang besar.

Gambar 1 Bentuk fisik SCR

SCR dapat dikategorikan menurut jumlah arus yang dapat beroperasi, yaitu SCR arus rendah dan SCR arus tinggi. SCR arus rendah dapat bekerja dengan arus anoda kurang dari 1 A sedangkan SCR arus tinggi dapat menangani arus beban sampai ribuan ampere.

Gambar 2 Konstruksi dan simbol SCR

Simbol skematis untuk SCR mirip dengan simbol penyearah dioda dan diperlihatkan pada Gambar 2. Pada kenyataannya, SCR mirip dengan dioda karena SCR menghantarkan hanya pada satu arah. SCR harus diberi bias maju dari anoda ke katoda untuk konduksi arus. Tidak seperti pada dioda, ujung gerbang yang digunakan berfungsi untuk menghidupkan alat.

Operasi SCR
Operasi SCR sama dengan operasi dioda standar kecuali bahwa SCR memerlukan tegangan positif pada gerbang untuk menghidupkan saklar. Gerbang SCR dihubungkan dengan basis transistor internal, dan untuk itu diperlukan setidaknya 0,7 V untuk memicu SCR. Tegangan ini disebut sebagai tegangan pemicu gerbang (gate trigger voltage). Biasanya pabrik pembuat SCR memberikan data arus masukan minimum yang dibutuhkan untuk menghidupkan SCR. Lembar data menyebutkan arus ini sebagai arus pemicu gerbang (gate trigger current). Sebagai contoh lembar data 2N4441 memberikan tegangan dan arus pemicu :
VGT = 0,75 V
IGT = 10 mA
Hal ini berarti sumber yang menggerakkan gerbang 2N4441 harus mencatu 10 mA pada tegangan 0,75 V untuk mengunci SCR.

Gambar 3 SCR yang dioperasikan dari sumber DC

Skema rangkaian penghubungan SCR yang dioperasikan dari sumber DC diperlihatkan pada Gambar 3. Anoda terhubung sehingga positif terhadap katoda (bias maju). Penutupan sebentar tombol tekan (push button) PB1 memberikan pengaruh positif tegangan terbatas pada gerbang SCR, yang men-switch ON rangkaian anoda-katoda, atau pada konduksi, kemudian menghidupkan lampu.Rangkaian anoda-katoda akan terhubung ON hanya satu arah. Hal ini terjadi hanya apabila anoda positif terhadap katoda dan tegangan positif diberikan kepada gerbang Ketika SCR ON, SCR akan tetap ON, bahkan sesudah tegangan gerbang dilepas. Satu-satunya cara mematikan SCR adalah penekanan tombol tekan PB2 sebentar, yang akan mengurangi arus anoda-katoda sampai nol atau dengan melepaskan tegangan sumber dari rangkaian anoda-katoda.

SCR dapat digunakan untuk penghubungan arus pada beban yang dihubungkan pada sumber AC. Karena SCR adalah penyearah, maka hanya dapat menghantarkan setengah dari gelombang input AC. Oleh karena itu, output maksimum yang diberikan adalah 50%; bentuknya adalah bentuk gelombang DC yang berdenyut setengah gelombang.

Gambar 4 SCR yang dioperasikan dari sumber AC

Skema penghubungan rangkaian SCR yang dioperasikan dari sumber AC diperlihatkan oleh Gambar 4. Rangkaian anoda-katoda hanya dapat di switch ON selama setengah siklus dan jika anoda adalah positif (diberi bias maju). Dengan tombol tekan PB1 terbuka, arus gerbang tidak mengalir sehingga rangkaian anoda-katoda bertahan OFF. Dengan menekan tombol tekan PB1 dan terus-menerus tertutup, menyebabkan rangkaian gerbang-katoda dan anoda-katoda diberi bias maju pada waktu yang sama. Prosedur arus searah berdenyut setengah gelombang melewati depan lampu. Ketika tombol tekan PB1 dilepaskan, arus anoda-katoda secara otomatis menutup OFF ketika tegangan AC turun ke nol pada gelombang sinus.

Gambar 5 Aplikasi SCR sebagai kontrol output suplai daya pada motor DC

Ketika SCR dihubungkan pada sumber tegangan AC, SCR dapat juga digunakan untuk merubah atau mengatur jumlah daya yang diberikan pada beban. Pada dasarnya SCR melakukan fungsi yang sama seperti rheostat, tetapi SCR jauh lebih efisien. Gambar 5 menggambarkan penggunaan SCR untuk mengatur dan menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber AC.

Gambar 6 Aplikasi SCR untuk start lunak motor AC induksi 3 fase

Rangkaian SCR dari Gambar 6 dapat digunakan untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase. Dua SCR dihubungkan secara terbalik paralel untuk memperoleh kontrol gelombang penuh. Dalam tema hubungan ini, SCR pertama mengontrol tegangan apabila tegangan positif dengan bentuk gelombang sinus dan SCR yang lain mengontrol tegangan apabila tegangan negatif. Kontrol arus dan percepatan dicapai dengan pemberian trigger dan penyelaan SCR pada waktu yang berbeda selama setengah siklus. Jika pulsa gerbang diberikan awal pada setengah siklus, maka outputnya tinggi. Jika pulsa gerbang diberikan terlambat pada setengah siklus, hanya sebagian kecil dari bentuk gelombang dilewatkan dan mengakibatkan outputnya rendah.

Aplikasi SCR
Pada aplikasinya, SCR tepat digunakan sebagai saklar solid-state, namun tidak dapat memperkuat sinyal seperti halnya transistor. SCR juga banyak digunakan untuk mengatur dan menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber AC, pemanas, AC, melindungi beban yang mahal (diproteksi) terhadap kelebihan tegangan yang berasal dari catu daya, digunakan untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase dan pemanas induksi. Sebagian besar SCR mempunyai perlengkapan untuk penyerapan berbagai jenis panas untuk mendisipasi panas internal dalam pengoperasiannya.

Selengkapnya… download [pdf]

Referensi
Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri, Teknik Elektro, UNISMA Bekasi
Malvino A.P., 2003. Prinsip-prinsip Elektronika, Salemba Teknika, Jakarta
Petruzella F.D., 2001. Elektronik Industri, Andi Yogyakarta