Mengapa Yahudi demikian berkuasa dan muslim demikian lemah ?

MENGAPA YAHUDI DEMIKIAN BERKUASA DAN MUSLIM DEMIKIAN LEMAH ?

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Kaum Muslimin saat ini berjumlah kurang lebih 1,5 milyar muslim sedangkan  Yahudi tidak lebih dari 15 juta orang . Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kaum Yahudi kini telah menguasai berbagai lini dalam segala sektor terpenting di dunia. Apalagi kebijakan-kebijakan strategis negara adikuasa (AS) tidak lepas dari lobi-lobi Yahudi. Serasa sebuah kelompok yang amat kecil ini telah berhasil dalam menguasai dunia, maka tidaklah berlebihan kemudian ketika ada ungkapan bahwa Yahudi saat ini telah memiliki negara baru yakni “negara dunia”.

Bangsa Yahudi lebih dari seratus kali berkuasa ketimbang kaum muslimin. Mengapa ini bisa terjadi ? Mengapa kaum muslimin sekarang ini begitu lemah ?., dan mengapa kaum Yahudi yang jumlahnya begitu kecil demikian berkuasa?   Padahal di seluruh dunia jumlah Yahudi tidak lebih dari 15 juta-an orang, tersebar sekitar 7 juta-an di Amerika, 5 juta di Asia, 2 juta di Eropa dan 100.000 di Afrika. Namun dalam prestasi dunia semisal hadiah nobel dalam bidang fisika, kimia dan kedokteran saja tercatat 12 % jatuh ke tangan Yahudi. Lebih dari 105 tahun silam, Yahudi sudah memenangkan 180 hadiah nobel , sementara hanya 3 yang dimenangkan kaum Muslim (tidak termasuk nobel perdamaian). Tidak sekedar itu saja, konsep bank sentral, uang kertas, kapitalisme, komunisme dan memperdagangkan kembali barang-barang bekas adalah ide Yahudi untuk menciptakan kekuatan ekonomi yang menggurita.

Albert Einstein, ilmuan paling berpengaruh sepanjang zaman dan Tokoh abad ini adalah Yahudi. Sigmund Freud, yang terkenal dengan konsep ide, ego dan superego, bapak psikoanalisis adalah seorang Yahudi, demikian halnya Karl Max, Paul Samuelson dan Milton Friedman.

Benjamin Rubin menyumbangkan jarum vaksinasi untuk umat manusia. Gertrude Elion menyumbangkan kepada kita obat leukemia. Stanley Mezor menemukan chip microprocessor pertama. Leo Szilard mengembangkan reaktor nuklir pertama, Petrus Schultz menemukan kabel Fiber Optik yang kita gunakan sebagai jaringan backbone internet. Semuanya orang Yahudi.   Filantropis paling terkenal dalam sejarah dunia, George Soros, yang telah mendonasikan dana kolosal sebanyak 4 milyar dollar Amerika atau sekitar Rp. 36 Triliun kepada para ilmuan dan universitas di seluruh dunia adalah seorang Yahudi, Walter Annenberg, yang membangun seratus perpustakaan dengan menyumbangkan 2 milyar dollar juga seorang Yahudi

Lantas kita kenal William James Sidis, dengan IQ 250 – 300, adalah manusia paling tinggi IQ-nya sepanjang sejarah adalah juga seorang Yahudi .  Pertanyaannya.. mengapa bangsa Yahudi demikian Berjaya ?… Estimasi .. tidak kurang ada 1, 476.233.470 Muslim yang tinggal di planet Bumi, 1 Milyar di Asia (termasuk di Negara arab), 400 juta di Afrika, 44 juta di Eropa dan 6 juta di Amerika, sisanya tersebar di seluruh tempat di dunia. Seperlima manusia adalah beragama Islam, untuk setiap Hindu ada 2 orang muslim, untuk setiap Budha ada 4 orang muslim dan untuk setiap Yahudi ada 100 Muslim.

Namun faktanya,…. Tingkat melek huruf di dunia Nasrani dan Yahudi hampir 90 % dan 15 negara mayoritas Nasrani mempunyai tingkat melek huruf 100 %, sedangkan sebuah negara mayoritas muslim rata-rata mempunyai tingkat melek huruf sekitar 40 % dan tidak ada satupun Negara mayoritas Muslim memiliki tingkat melek huruf 100 persen.

Negara-negara mayoritas muslim hanya memiliki sekitar 230 ilmuwan per satu juta muslim. Amerika Serikat memiliki 4000 ilmuwan persatu juta orang. Di seluruh dunia Arab, para peneliti yang full time hanya 50 ilmuwan orang persatujuta penduduknya , sedangkan di dunia Nasrani dan yahudi mencapai 1000 orang per satujutanya. Kesimpulannya dunia Muslim kurang memiliki kapasitas untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.

Data lainnya : Surat kabar harian dan jumlah judul buku merupakan 2 indikator penting tentang pengetahuan yang terdistribusi ke masyarakat. Di Inggris ada 2000 judul buku untuk setiap 1 juta penduduknya, sedangkan di Mesir hanya ada 20 judul buku untuk persatujutanya. Dunia Muslim gagal mendistribusikan pengetahuan.

Ekspor produk-produk teknologi tinggi sebagai persentase total ekspor merupakan satu indikator penting atas pengetahuan terapan. Ekspor Pakistan atas produk-produk teknologi tinggi hanya 1 % dari ekspor total, untuk kasus yang sama, Arab Saudi hanya memiliki 0,3 %, Kuwait, Maroko, Aljazair semuanya hanya 0,3 % dari ekspor totalnya, sementara Singapura mencapai 58 %. Kesimpulan Dunia Muslim gagal menerapkan pengetahuan.

Mengapa kaum muslim lemah ? Karena tidak sedang menghasilkan pengetahuan. Mengapa kaum Muslim tidak berdaya ? Karena kita tidak sedang menyebarkan pengetahuan.   Mengapa kaum Muslim tidak berkuasa ? Karena kita tidak sedang menerapkan pengetahuan ?  Mengapa kaum muslim sangat rapuh, jawabannya : kurang pendidikan.

Memerangi kaum Yahudi (baca : Zionis) bukan dengan cara melakukan bom bunuh diri, bukan dengan cara membuat kerusakan yang menimbulkan korban yang tidak bersalah. Memerangi mereka dapat kita lakukan dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas diri kita dalam menghasilkan, mendistribusian dan menerapkan pengetahuan.     Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim, sebagaimana firman Allah :

Tidak sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. ( QS. At-Taubah [9] : 122 )

Allah akan memberi keistimewaan kepada kita dengan mengangkat derajat orang-orang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan pada derajat yang tinggi.  

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al-Mujaadilah [58] : 11).

Tulisan ini tidak bermaksud “melebih-lebihkan” Yahudi yang memang telah disebutkan dalam Al-Quran, namun lebih untuk saling mengingatkan kita agar senantiasa mawas diri, menyadari “titik lemah” dan meningkatkan kualitas diri kita, dengan cara meningkatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW, kepada pengetahuan terapan, sains modern yang membawa kemaslahatan bagi umat. Mari kita budayakan membaca, berpikir, menggali pengetahuan terus menerus tiada henti-hentinya sepanjang hayat kita, bukan hanya pada bidang terapan, namun juga pada ilmu agama. Jangan sampai kita habiskan umur hanya untuk belajar ilmu terapan ataupun ilmu murni, tanpa sekalipun belajar ilmu agama. Akankah kita akan menjawab pertanyaan di akhirat kelak ” Engkau habiskan untuk apa umurmu (selama hidup di dunia) ? ” dengan jawaban ” Saya habiskan hanya untuk belajar algoritma, pemrograman, elektronika, kedokteran, manajemen, ekonomi, politik, sastra”.  Tanpa sekalipun mengkaji ilmu agama, akan membawa penderitaan yang maha dahsyat dan penyesalan yang tiada terkira kelak di akhirat.

Sesungguhnya cobaan paling besar yang menimpa kaum muslimin sekarang adalah kebodohan terhadap agama Allah. Ini adalah akar setiap masalah dan sumber setiap problem. Pemiliknya apabila hidup, tidak dianggap dan apabila mati tidak dirindu“. (Andi Hasad)

Strategi dan Arah Kebijakan

  1. Mempersiapkan humanware (dosen dan mahasiswa) berbasis kompetensi dan profesi.
  2. Membangun orgaware (sistem, prosedur, program studi, dan aktivitas) untuk menciptakan atmosfir akademik yang kondusif.
  3. Mempersiapkan dan mendayagunakan technoware (metode, alat, kurikulum, software, dan seni pembelaran) untuk pembelajaran normatif dan efektif.

Arah Kebijakan Pengembangan Relevansi UNISMA 2006-2010

  • Membangun, mengelola, dan mengembangkan sistem magang, pratik lapangan, kuliah kerja nyata, dan kegiatan lain sejenisnya.
  • Membangun, mengelola, dan mengembangkan sistem pengayaan kompetensi mahasiswa akhir program/lulusan berkaitan dengan penetrasi pasar kerja/usaha, arah profesi, dan dinamika dunia kerja/usaha.
  • Mengembangkan pilot project sertifikasi lulusan untuk beberapa program studi tertentu.
  • Mengembangkan pilot project tracer study lulusan untuk identifikasi/ rekording penetrasi pasar kerja/usaha, kinerja/prestasi, dan ekspektasi/aspirasi/respon lulusan.
  • Membangun, menjalin, dan mendayagunakan kerjasama dengan kawasan industri, asosiasi usaha, asosiasi profesi, lembaga pemerintahan, lembaga usaha, dan organisasi sosial/kemasyarakatan.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes KM dan CU.

Arah Kebijakan Pengembangan Kepemimpinan UNISMA 2006-2010

  • Mengembangkan pemahaman secara komprehensif tentang butir-butir mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk tingkat dekan, direktur, wakil dekan, ketua jurusan/ketua program studi .
  • Mengembangkan kemampuan dekan, direktur, wakil dekan, ketua jurusan/ketua program studi dalam melakukan reformulasi dan sosialisasi visi, misi, tujuan, dan strategi pengembangan.
  • Mengembangkan kemampuan dekan, direktur, wakil dekan, ketua jurusan/ketua program studi dalam menggagas, merencanakan, dan mengelola program dan kegiatan yang relevan dengan HELTS.
  • Mengembangkan gagasan dan kemampuan dekan, direktur, wakil dekan, ketua jurusan/ketua program studi dalam membangun dan mengelola unit/aktivitas wirausaha kampus.
  • Mengembangkan gagasan dan kemampuan dekan, direktur, wakil dekan, ketua jurusan/ketua program studi dalam membangun sistem, mengelola sumber daya organisasi, dan rekayasa manajemen organisasi.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes BMI.

Arah Kebijakan Pengembangan Atmosfir Akademik UNISMA 2006-2010

  • Mengembangkan atmosfir akademik di kalangan dosen : meningkatkan kemampuan bahasa inggris dosen, penalaran terhadap textbook/jurnal ilmiah, penulisan karya ilmiah, penalaran dosen melalui seminar ilmiah, riset ilmiah, riset kompetitif, dan lain-lain.
  • Mengembangkan potensi dan kinerja akademik di kalangan dosen : memfasilitasi kepentingan/kebutuhan magang, pelatihan, dan studi lanjut dosen, untuk memperkuat minat, niat, dan kiat profesi dosen, serta karir fungsional dosen.
  • Mengembangkan atmosfir akademik di kalangan mahasiswa : meningkatkan akses dan penalaran terhadap textbook/jurnal ilmiah, penulisan karya ilmiah, penalaran mahasiswa melalui seminar ilmiah, riset kompetitif, dan kegiatan akademik kompetitif lainnya.
  • Mengembangkan potensi dan kinerja akademik di kalangan mahasiswa : meningkatkan akses dan fasilitasi pembentukan softskill dan hardskill, kreasi model/karya, dan internalisasi nilai/etos/budaya kerja profesi.
  • Mengembangkan interaksi fungsional dosen dan mahasiswa : memfasilitasi pendampingan dosen dan mahasiswa untuk memenangkan kegiatan akademik kompetitif tertentu dan mengembangkan minat, bakat, dan karya mahasiswa.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes KM dan BMI.

Arah Kebijakan Pengembangan Manajemen dan Organisasi UNISMA 2006-2010

  • Menyesuaikan landasan regulasi institusi dan model perencanaan organisasi.
  • Mendayagunakan sistem dan prosedur pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia : sistem rekruitmen, sijaka, sijatur, dan atpeg.
  • Mendayagunakan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan : sisdur akuang, standarisasi pembiayaan, dan lain-lain.
  • Mendayagunakan sistem dan prosedur layanan administrasi akademik, umum, dan keuangan.
  • Mendayagunakan mekanisme pengambilan keputusan : rakor, rapim, raja, reva, ramon, dan ranat.
  • Mendayagunakan sistem monitoring dan evaluasi kinerja dosen dan karyawan : sepadan.
  • Mendayagunakan manajemen diseminasi informasi dan pengetahuan : orientasi kepegawaian, orientasi dosen tetap, dan orientasi dosen luar biasa.
  • Membangun dan mengembangkan sistem pengelolaan mutu akademik : menyangkut rekording, analisis, interpretasi, rewarding, perbaikan, dan pengembangan.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes BMI.

Arah Kebijakan Pengembangan Keberlanjutan UNISMA 2006-2010

  • Mengembangkan produktivitas kinerja UPCM dan kinerja wirausaha kampus.
  • Mendayagunakan kinerja layanan masyarakat untuk membangun citra promosi kampus : layanan terhadap sekolah menengah, pemerintah daerah, dan departemen tertentu.
  • Mendayagunakan, memelihara, dan mengembangkan aset intelektual, sumber daya gedung, ruang, dan transportasi, rekayasa program studi, sarana pembelajaran, budaya dan manajemen islami, dan potensi geografis lokasi.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes BMI, CU, dan SBM.

Arah Kebijakan Pengembangan Efisiensi dan Produktivitas UNISMA 2006-2010

  • Meningkatkan passing grade input mahasiswa : beasiswa, fullbright, sistem seleksi mahasiswa baru, dan lain-lain.
  • Meningkatkan kapasitas sumber daya input akademik : textbook, jurnal, software pembelajaran, buku ajar, dan bahan ajar.
  • Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajaran, dan persiapan pembelajaran.
  • Melengkapi perkuliahan tatap muka dengan kegiatan praktikum/praktek, simulasi, studi kasus, magang, dan lainnya.
  • Melengkapi dan mendayagunakan sarana pembelajaran berbasis IT.
  • Mengembangkan proses pembelajaran normatif dan efektif di ruang kelas.
  • Mengembangkan rekayasa peningkatan prestasi akademik, akselerasi studi, dan penulisan tugas akhir/skripsi.
  • Mengembangkan layanan pelatihan akademik berbasis kompetensi dan produk akademik lainnya, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Arah kebijakan ini bermuara terutama pada pencapaian purposes CU, PM, dan SBM.

Golongan dan Kedudukan Penuntut Ilmu

Para penuntut ilmu terbagi atas 3 golongan. Pertama, golongan yang mencari ilmu demi menyebarkan kebodohan dan perselisihan. Kedua, golongan yang mencari ilmu demi meraih gengsi dan mengukuhkan penipuan. Ketiga, golongan yang menuntut ilmu demi meningkatkan pemahaman dan akal.

Golongan yang menuntut ilmu demi kebodohan dan perselisihan berbahaya dan suka berselisih, suka tampil memberikan pendapat dalam berbagai forum untuk meramaikan pembicaraan ilmu dan sifat kesabaran (hilm). Seringkali mereka mengenakan pakaian kekhusyukan, walaupun tidak pernah memiliki wara’ (kesungguhan dalam menjaga aturan agama). Akibatnya Allah akan memberikan  siksaan yang hebat dengan menumbuk hidung dan memotong pinggang mereka.

Golongan yang mencari dan menuntut ilmu demi dominasi dan penipuan, cenderung berpura-pura dan suka menjilat. Bersikap menguasai pada orang-orang sederajat, tetapi merendah di hadapan orang kaya. Tatanan agama mereka hancurkan demi mengunyah makanan lezat orang kaya. Akibatnya Allah akan membutakan penglihatan mereka dan menghapuskan jejak mereka dari khazanah orang-orang berilmu.

Golongan yang menuntut ilmu demi pemahaman dan akal sering berduka cita dan begadang pada waktu malam. Seringkali menggantungkan peci pada ujung serbannya dan selalu berdiri untuk shalat di kegelapan malam. Mereka beramal dalam ketakutan, banyak merasa malu, dan berdoa dengan penuh damba, namun tetap mengerti dinamika masyarakat dan memedulikan keadaan saudara-saudara yang mereka percaya.

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS. Fathir [35] : 28)

Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang berilmu dan  mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah dan Allah akanmemperkuat posisi mereka di dunia dan mengampuni mereka di akhirat. Golongan ini akan senantiasa mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain, hingga dia paham serta mengamalkannya, karena yang demikian itu lebih baik daripada mendapatkan mendapatkan harta kekayaan dunia yang harganya sangat mahal.

Allah, SWT berfirman :

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujaadilah [58] : 11)

Orang bertakwa dan berilmu akan senantiasa mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada orang-orang yang membutuhkannya. Namun hendaknya seorang muslim juga senantiasa  berupaya sekuat tenaga mencari dan menuntut ilmu demi mendapatkan kebenaran yang hakiki. Setiap muslim seharusnya senantiasa  menumbuhkan semangat berdakwah dalam dirinya.

Rasulullah mengajarkan bahwa dunia hanyalah untuk empat golongan manusia :

Pertama, seseorang yang diberi harta dan ilmu pengetahuan oleh Allah, kemudian dia bertakwa kepada Tuhan-Nya, menyambung tali persaudaraan dan beramal baik dengannya karena mencari keridhaan Allah, maka dia berada pada kedudukan yang paling utama.

Kedua, seseorang yang telah diberi ilmu pengetahuan oleh Allah tetapi tidak diberi harta kekayaan, sedangkan ia mengajarkan ilmu dan senantiasa berniat beramal dengan harta jika dia memilikinya , maka dia mendapatkan pahala sama dengan orang yang beramal dengan hartanya. Orang ini diberi kedudukan yang utama.

Ketiga, seseorang yang diberi harta kekayaan oleh Allah tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan, hingga dia menghabiskan hartanya tanpa ilmu, dan dia tidak bertakwa kepada Tuhannya, tidak menyambung tali persaudaraan, dan tidak pula beramal sebagaimana yang ditentukan oleh Allah, maka dia diberi kedudukan yang paling buruk.

Keempat, seseorang yang tidak diberi harta oleh Allah dan tidak pula diberi ilmu pengetahuan , namun bertakwa kepada Allah, kemudian dia berkata “ seandainya aku mempunyai harta, niscaya aku akan melakukan amal dengan hartaku sebagaimana amal yang dilakukan si Fulan.” Dengan demikian kemudian dia mendapatkan timbangan amal yang sama dengan si Fulan.

Dengan ilmu yang bermanfaat, individu dan masyarakat dapat mewujudkan kebesaran dan membangun peradaban. Menempuh jalan ilmu yang bermanfaat adalah jalan menuju surga, dengan izin Allah SWT.

Bukti Kebenaran Al-Qur’an (Sudut Pandang Ilmu Astronomi)

BUKTI KEBENARAN AL-QUR’AN (ILMU ASTRONOMI)

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Sesungguhnya ilmu yang paling utama dikuasai adalah ilmu tentang  Kitabullah (Al-Qur’an). Dari segi membacanya, menghafal, memahami, menafsiri serta mengamalkannya. Kemudian ilmu sunnah Rasulullah saw. Dari segi riwayat, dirayat, praktik dan pemahaman agama dalam konteks akidah, ibadah, muamalah.

Selain menguasai kedua ilmu tersebut, umat islam saat ini, sangat membutuhkan generasi yang menguasai  ilmu-ilmu penting lainnya, agar mudah melayani dan membela agama; mampu melindungi tempat suci, kehormatan dan aqidahnya  serta tidak bergantung sepenuhnya kepada non muslim dalam kehidupan bermasyarakat. Ilmu-ilmu tersebut antara lain : ilmu astronomi, teknik,  kedokteran, ekonomi, sosial-politik, militer, seni, sastra  dan sebagainya.

Al-Qur’an adalah wahyu yang terakhir yang datang dari Allah swt. Manusia modern akan selalu berusaha menganalisa dan membuktikan kebenaran  Al-Qur’an. Mereka berdalih bahwa kitab yang datang dari Tuhan harus terbukti tahan ujian waktu, dan benar,  Al-Qur’an bahkan sampai hari ini dan akan datang, bisa dianalisa dan dibuktikan kebenarannya.

Pada  zaman dimana puisi dan sastra sangat mendominasi kehidupan manusia,  Allah swt.  menantang manusia yang masih meragukan kebenaran Al-Qur’an

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al- Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. ( QS. Al Baqarah [2]:23 )

Bahasa Al-Qur’an begitu menakjubkan, tidak dapat dilampaui namun dapat dimengerti, tidak menyimpang  dan pada waktu yang sama sangat menyelamatkan. Lalu datanglah masa kini, zaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Qur’an yang berisi lebih dari 6200  ayat, diantaranya lebih 1000 ayat yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan. Dalam bidang Astronomi, kalau kita bertanya kepada ilmuan bagaimana alam semesta terbentuk dan ada, mereka akan memberitahu tentang big bang theory (teori ledakan besar). Mulanya di langit ada sekelompok bintang yang nampak seperti kabut  yang dinamakan nebula,  lalu ada pemisahan kedua yang membentuk galaksi, lebih jauh; terjadi pemisahan menjadi tata surya yang melahirkan matahari, sejumlah planet, bulan dan bumi. Allah telah menjelaskan hal ini dalam Surah Anbiya.

 Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka    tiada juga beriman?.” ( QS. Al Anbiyaa’ [21]:30 ).

Ayat ini bicara tentang  big bang theory, bayangkan, apa yang kita temukan masa kini, Al-Qur’an telah menyebutkannya lebih dari 1400 tahun  yang  lalu. Allah juga mengatakan  dalam surah Fushshilat :

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati. ( QS. Fushshilat [41] : 11 ).

Dalam bahasa  arab kata dukhan artinya asap. Jika anda bertanya kepada ilmuan bagaimana awal alam semesta, mereka akan mengatakan bahwa alam semesta pada mulanya bukan berbentuk padat tapi gas yang tampak seperti asap.

Dulu, orang menganggap bahwa bumi ini datar, sehingga mereka takut pergi terlalu jauh karena nanti bisa terjatuh,baru pada tahun 1597 ketika Francis Drake; berlayar mengelilingi bumi kemudian membuktikan  bahwa bumi ini berbentuk bulat. Bukankah Allah telah menyebutkannya dalam  Al-Qur’an surah  Luqman.

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS. Luqman [31] : 29 ).

Penyatuan adalah proses yang lambat dan bertahap. Malam secara perlahan dan bertahap berubah menjadi siang dan siang secara perlahan dan bertahap berubah menjadi malam, gejala ini hanya mungkin terjadi jika bumi berbentuk bulat, tidak mungkin bumi berbentuk datar, jika bumi berbentuk datar maka akan ada perubahan yang mendadak. Hal ini diperkuat oleh Allah pada firman-Nya  dalam surah Az-zumar .

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan  menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang    Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Az Zumar [39] : 5 )

Kata Kawwara dalam bahasa Arab berarti melewati / menggulung. Gejala ini hanya akan terjadi jika bumi berbentuk bulat dan tidak mungkin terjadi jika bumi berbentuk datar.   Firman Allah dalam surah An-Naazi’aat .

 Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.   ( QS. An Naazi´aat [79] : 30 ).

Kata dasar dari Dahahaa berarti keteluran, bukan sembarang telur tetapi khusus mengacu pada  telur burung unta. Sedikit menyempit dari puncaknya dan menonjol dari pusat. Jadi Al-Qur’an telah menunjukkan bentuk  tepat  geospherical dari bumi lebih 14 abad yang lalu.

Sebelumnya kita berpikir bahwa cahaya bulan adalah cahayanya sendiri, barulah akhir-akhir ini kita tahu bahwa cahaya bulan adalah cahaya matahari yang dipantulkan. Bukankah Allah telah mengatakannya dalam surah  Al-Furqan ayat 61, dalam surah Yunus  ayat 5. Pesan yang sama juga diulang  pada surah Nuh.

 Dan    Allah     menciptakan   padanya   bulan sebagai cahaya dan menjadikan  matahari   sebagai pelita?  ( QS. Nuh [71] : 16 ).

Sebelumnya ilmuan Eropa mengatakan bahwa bumi berdiri sendiri sebagai pusat planet dan benda-benda langit lainnya termasuk matahari mengelilingi bumi. Ini dikenal sebagai teori geocentrism. Teori ini dipercaya para ahli pada abad ke-2 SM dan bertahan selama 16 abad lamanya, sampai Copernicus mengatakan bahwa bumi dan planet lainnya berputar mengelilingi matahari.

Tahun 1609, Yohannes Kippler menulis dalam bukunya Astronomi dan Norwegia, bahwa bukan hanya bumi dan planet yang berputar mengelilingi matahari, mereka juga berputar diporosnya sendiri.

Disekolah kita bahkan diajarkan bahwa bumi dan planet berputar pada porosnya sendiri dan berputar mengelilingi matahari, sedangkan  matahari tetap dan tidak berputar pada porosnya, tapi Allah  berfirman pada surah Al-Anbiyaa’.

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya( QS. Al Anbiyaa’ [21] : 33 )

Kata dasar dari Yasbahuna berarti gerakan dari badan yang bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa matahari juga berputar pada porosnya.

Demikian tinggi dan benarnya Al-Qur’an sehingga ilmuan Barat pun mengkaji Al-Qur’an untuk kepentingan riset mereka,  walaupun tanpa disertai keimanan dan ketaqwaan. Lantas mengapa justru kita yang mengabaikan Al-Qur’an?. Mengapa kita sering melihat bagaimana seorang pelajar ataupun mahasiswa menghabiskan semua umurnya untuk mengkaji ilmu eksak,   sementara dia tidak pernah sekalipun menyelesaikan kajian tafsirnya?. Orang Eropa dan Amerika maju peradabannya karena jauh dari agama mereka, sedangkan umat islam mundur karena jauh dari agamanya.

Sejarah Yahudi

Jika melihat asal-usul Yahudi maka tidak terlepaskan dari seorang yang bernama Ibrahim. Sosok yang dipandang sebagai nenek moyang tiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam). Nabi yang tampil dalam pentas sejarah sekitar 3.700 tahun yang lalu. Konon, Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Bangsa yang –mereka anggap– tidak lagi terikat oleh undang-undang bangsa lain. Dengan kecenderungan mengambil ayat-ayat kitab suci yang agresif, bangsa Yahudi membenarkan tindakannya untuk memusnahkan bangsa lain di dunia ini.

Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot). Al-Qur’an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur’an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur’an yang mengacu kepada tanah Palestina.

Sebelum Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur’an bertempat di lembah Mekah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur’an, 14:37)

Akan tetapi, putra Ishaq Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi ke Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan.

Menyusul wafatnya Nabi Yusuf (Joseph), Bani Israel mengalami kekejaman tak terperikan di tangan Firaun.

Meskipun Firaun menolak permintaannya, Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur’an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur’an, 48:26)

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur’an, mereka itu yang : telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur’an, 5:78). Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

Al-Qur’an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama ini:

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Qur’an, 3:68). (H-Y)

Tipe Karyawan

Pengklasifikasian karyawan kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam untuk mempermudah pemahaman , karena makna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. 5 Tipe karyawan kantor adalah :
1. Karyawan “Wajib”
Tipe karyawan wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya. Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang merasakan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya

2. Karyawan “Sunnah”
Ciri dari karyawan tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..
Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam..
Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

3. Karyawan “Mubah”
Ciri khas karyawan tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.
Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.
Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajari latar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

4. Karyawan “Makruh”
Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah, tiadanya tidak menjadi masalah.
Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.
Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

5. Karyawan “Haram”
Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan “ketiadaannya”. Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.
Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah “trouble maker”.

Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana…?
Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merubah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. (AAG)

Penaklukkan Spanyol

Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama ; Asia, Afrika, dan Eropa ; pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam .

Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.

Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara. Di sini, di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda -yang dinodai Roderick-ikut mengungsi.

Melihat kezaliman itu, Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.

Kamis, 4 Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25 Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.

Di petang harinya, pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak. Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.

Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.

Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 7.000 pasukannya menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar -diambil dari bahasa Arab “Jabal Thariq”, Bukit Thariq. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.

Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain.

Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!”

Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar.

Lalu Thariq melanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.

Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.

Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulan untuk menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidka bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.

Kita harus bahu membahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangat sebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmati kesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yang agung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya.

Percayalah, sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertama yang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri Raja Roderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika ada kesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab dengan membunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin, para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawah bendera Islam.”

Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Musa bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq hanya dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang.

Ahad, 28 Ramadhan 92 H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di muara Sungai Barbate. Pasukan muslimin yang kalah banyak terdesak. Julian dan beberapa orang anak buahnya menyusup ke kubu Roderick. Ia menyebarkan kabar bahwa pasukan muslimin datang bukan untuk menjajah, tetapi hanya untuk menghentikan kezaliman Roderick. Jika Roderick terbunuh, peperangan akan dihentikan.

Usaha Julian berhasil. Sebagian pasukan Roderick menarik diri dan meninggalkan medan pertempuran. Akibatnya barisan tentara Roderick kacau. Thariq memanfatkan situasi itu dan berhasil membunuh Roderick dengan tangannya sendiri. Mayat Roderick tengelam lalu hanyat dibawa arus Sungai Barbate.

Terbunuhnya Roderick mematahkan semangat pasukan Spanyol. Markas pertahanan mereka dengan mudah dikuasai. Keberhasilan ini disambut gembira Musa bin Nusair. Baginya ini adalah awal yang baik bagi penaklukan seluruh Spanyol dan negara-negara Eropa.

Setahun kemudian, Rabu, 16 Ramadhan 93 H, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Dalam perjalanan ia berhasil menaklukkan Merida, Sionia, dan Sevilla. Sementara pasukan Thariq memabagi pasukannya untuk menaklukkan Cordova, Granada, dan Malaga. Ia sendiri membawa sebagian pasukannya menaklukkan Toledo, ibukota Spantol saat itu. Semua ditaklukkan tanpa perlawanan.

Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).

Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.

Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.

Penaklukkan Konstantinopel ( Istanbul )

Sultan Muhammad Al Fateh (محمد الفاتح) atau yang disebut juga Mehmed II The Conqueror dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1432. Saat kelahirannya pun sudah terdapat isyarat bahwa dia nantinya akan menjadi orang besar yang membuat sejarah besar. Ketika berita kelahirannya disampaikan, ayahnya, Sultan Murad II sedang membaca Al Quran tepat pada Surat Al Fath ayat 1:Sesungguhnya Kami telah memberikan padamu kemenangan yang nyata.”

Kelahirannya ada pertanda

Menjelang kelahirannya, Sultan Murad sebenarnya sedang mempersiapkan penyerbuan ke Konstantinopel (Constantinople) sekarang bernama Istanbul, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Setelah anaknya Muhammad lahir, datanglah seorang ulama besar Islam ke istana Sultan dan beliau mengatakan bahwa bayi itulah yang nantinya akan menaklukkan Konstantinopel seperti sabda Rasulullah SAW :

“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.”

Ulama itu bernama Syeikh Syamsuddin Al Wali dari Khurasan (sekarang Uzbekistan). . Sultan Murad sangat yakin dengan ilham Syeikh Syamsuddin Al Wali sehingga baginda menyerahkan putera mahkota yang masih kecil kepada Syeikh Syamsuddin untuk dididik.

Didikan Disiplin dan kecakapan perang

Syeikh Syamsuddin mendidik muridnya ini dengan disiplin yang cukup keras. Penuh dengan latihan mengekang hawa nafsu dan hidup susah sehingga hasilnya Pangeran Muhammad menjadi seseorang yang berjiwa kuat dan sangat tahan dalam menghadapi ujian. Beliau dididik memiliki cita-cita besar yaitu menepati janji Tuhan melalui Rasulullah SAW: menaklukkan Konstantinopel. Untuk ilmu perang, ayahnya mendatangkan panglima-panglima yang paling berpengalaman untuk mendidik beliau. Beliau sendiri adalah seorang cendekiawan yang gemar mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan di istana untuk berdiskusi.

Pada usia 19 tahun beliau naik tahta menggantikan ayahnya. Mulailah persiapan penaklukan dilakukannya. Beliau mendidik tentara dan rakyatnya agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Seluruh tentara dan rakyatnya dididik agar sanggup bangun malam dan merintih munajat pada Tuhan. Sebaliknya di siang hari mereka adalah singa-singa yang berjuang di jalan Allah. Beliau juga mengadakan operasi intelijen untuk membebaskan seorang ahli pembuat meriam dari penjara Romawi. Bersama para insinyurnya beliau membangun benteng, kapal-kapal perang dan meriam-meriam yang canggih untuk ukuran zaman itu. Bahkan dalam membangun benteng Rumeli Hasari di Selat Bosphorus beliau turun tangan ikut mengangkat batu dan pasirnya.

Takluknya Konstantinopel

Setelah persiapan matang, dimulailah penyerbuan ke Konstatinopel. Perang yang hebat berkecamuk lebih satu bulan, belum juga tampak tanda-tanda kemenangan. Bahkan pasukan Islam mengalami kesukaran mendekati benteng Romawi di tepi Selat Bosphorus tersebut karena di taut pasukan Romawi memasang rantai-rantai berukuran besar yang sangat panjang hingga menghalangi kapal yang akan mendekat. Dalam ketidakpastian itu Sultan Muhammad Al Fateh bertanya pada syeikhnya yang mulia, “Wahai Guruku, kapankah saat yang dijanjikan itu tiba?” Syeikh Syamsuddin Al Wali menjawab, “Pada hari ke 53, hari Selasa pukul 11 pagi.” Ini adalah ilham berbentuk berita ghaib yang diterima oleh Syeikh Syamsuddin Al Wali. Sultan Muhammad sangat yakin pada ilham gurunya. Beliau makin bersungguh-sungguh meningkatkan ketaqwaan pada Allah dan mengajak tentaranya melaksanakan hal yang serupa sebab hanya orang bertaqwa yang mendapat bantuan Tuhan.

Pada suatu malam di bulan Mei 1453 terjadilah peristiwa yang luar biasa. Para insinyur Sultan telah menemukan inovasi teknologi luar biasa yang bisa disebut terobosan besar di zaman itu. Mereka berusaha membuat agar kapal-kapal perang Islam dapat berjalan di darat. Dengan memutari selat, pada tengah malam tibalah kapat-kapal pasukan Sultan Muhammad Al Fateh ke bagian belakang benteng Konstantinopel. Kota Konstantinopel sebenarnya adalah kota yang sangat strategis karena ditindungi oleh benteng alami, yaitu perbukitan. Kapal-kapal tentara Islam yang berjumlah 70 kapat mendarat di Semenanjung Pera di pinggir perbukitan itu dan berusaha mendakinya. Terjadilah keajaiban yang merupakan karamah bantuan Tuhan di malam itu. Secara lahiriyah, meskipun kapal-kapal tersebut dapat ‘dipaksa’ berjalan di darat dengan menggunakan balok-balok kayu raksasa tapi tetap saja untuk mendaki bukit untuk membawa 70 kapat layar berukuran besar dalam tempo beberapa jam adalah hal yang mustahil. Apa yang sebenarnya terjadi? Kapal-kapal itu bukanlah berjalan di darat tetapi seakan melayang mendaki dan menyusuri perbukitan sejauh 16 km sampai di Golden Horn sehingga operasi pendaratan 5.000 pasukan itu selesai dalam waktu singkat. Dari sanalah mereka menyerbu Konstantinopet. Paginya, pada hari Selasa 29 Mei 1453 Konstantinopel takhluk ke tangan tentara Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad Al Fateh.

Telah diceritakan bahwa ketika Sultan Muhammad At Fateh memasuki Konstantinopet, para prajuritnya menemukan makam sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al Anshari ra. Di makam tersebut mereka melihat sebagian kaki Abu Ayyub tersembul keluar dari tanah. Kaki tersebut putih bersih, sama sekali tidak terlihat rusak walaupun beliau telah wafat selama 600 tahun. Inilah karamah para sahabat Nabi. Sultan panglimanya bergiliran mencium kaki tersebut. Giliran Sultan yang terakhir. Ketika Sultan Muhammad Al Fateh akan mencium kaki Sahabat Rasulullah itu, tiba-tiba kaki tersebut masuk ke dalam tanah. Telah diceritakan pula bahwa pada sore hari setelah penaklukan bersejarah itu Syeikh Syamsuddin Al Wali bermimpi bertemu dengan Abu Ayyub Al Anshari. Beliau (Abu Ayyub) menyampaikan ucapan selamat pada Sultan Muhammad Al Fateh karena berhasil menaklukkan Konstantinopel dan menyatakan bahwa beliaulah yang sepatutnya mencium kaki Sultan Muhammad Al Fateh sebagai orang yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW.

Pada hari Jum’at pertama di Konstantinopel, ketika diadakan shalat Jum’at untuk pertama kalinya, terjadi kebingungan dalam menentukan siapa yang menjadi imam. Sultan pun dengan lantang meminta seluruh tentaranya berdiri dan mengajukan pertanyaan: “Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat fardhu silakan duduk!” Tidak ada seorang pun yang duduk. Ini berarti seluruh tentara Sultan sejak usia baligh tidak pernah meninggalkan shalat fardhu.

Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggatkan shalat sunat rawatib silakan duduk!” Sebagian tentaranya masih tegak berdiri dan sebagian lagi duduk. Jadi sebagian tentara sultan sejak balighnya tidak pernah meninggalkan shalat sunat rawatib.

Kemudian Sultan berkata lagi, “Siapa yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud silakan duduk!” Kali ini seluruh tentara duduk. Yang tinggal berdiri hanya Sultan sendiri. Ternyata sejak usia baligh Sultan belum pernah meninggalkan shalat tahajud sehingga beliaulah yang paling pantas menjadi imam shalat Jum’at. Memang benarlah kata Rasulullah SAW, “Sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik tentara dan sebaik-baik rakyat.”

Adab Menuntut Ilmu

ADAB MENUNTUT ILMU
Oleh : Andi Hasad

Sesungguhnya cobaan paling besar yang menimpa kaum muslimin sekarang adalah kebodohan terhadap agama Allah . Ini adalah akar setiap masalah dan sumber setiap problem. Pemiliknya apabila hidup, tidak dianggap dan apabila mati tidak dirindu Barangsiapa yang menginginkan keselamatan, maka ilmu adalah jalan dan tangga menujunya, dengan izin Allah swt.

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim, sebagaimana firman Allah :
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. ( Qs.At-Taubah : 122 )
Ayat tersebut menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksud adalah ilmu agama, namun ilmu yang terkandung dalam agama tidak semata-mata ilmu yang menjurus kepada urusan ukhrawi, tetapi juga ilmu yang berkaitan dengan duniawi .

Menuntut ilmu pengetahuan urusan duniawi menjadi sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari untuk mengatur kehidupan dunia dengan baik. Perpaduan antara ilmu kitabullah (Al-Qur’an), ilmu sunnah Rasulullah saw. dan ilmu pengetahuan umum termasuk teknologi; diperlukan dalam menghadapi realitas zaman yang semakin modern dan canggih.

Adab menuntut ilmu
Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus diketahui agar ilmu yang kita tuntut bermanfaat bagi kita dan orang lain, diantaranya :

Pertama, ikhlas karena Allah .
Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah karena Allah semata. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah, saw. telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya bahwa “Barang siapa yang menuntut ilmu sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau surga pada hari kiamat”. ( HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).
Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan gelar (Sarjana, Magister atau Doktor, misalnya) bukan karena semata-mata ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih di dengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar, dan ilmu yang akan diajarkan bermanfaat bagi ummat. Niat ini, Insya Allah, termasuk niat yang benar.

Kedua, menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.
Kita berniat untuk menghilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilangkan kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang tersebut dengan berbagai cara, agar orang lain dapat mengambil manfaat dari ilmu kita.

Ketiga, berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari’at.
Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama, sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah saw. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Keempat, lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.
Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman sahabat, bahkan pada masa Rasulullah saw. masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.

Kelima, mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena itu orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata dan akan bermanfaat jika digunakan sebagaimanamestinya.

Keenam, menghormati para ulama dan memuliakan mereka.
Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai kita mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja, sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.

Ketujuh, mencari kebenaran dan sabar.
Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gesa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar, lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.

Ilmu adalah sumber yang paling segar dan jalan keluar bagi segala yang tersesat. Seorang mukmin akan meraih kebahagiaan dan kemuliaan tertinggi di dunia dan di akhirat bila dia memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkannya, sebab Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan pada derajat yang tinggi. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(Qs. Al-Mujaadilah : 11).