Presentasi Seminar Usul Penelitian Produk Terapan dan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun 2016

Presentasi PPT 15-16082016

Seminar Usulan PPT 1

Seminar Usulan PPT 2

Ketua Peneliti dan Para Reviewer PPT 2016

Kegiatan Seminar Usulan Program Riset Terapan ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi) Tahun 2016 ini bertujuan antara lain:

  1. Mengundang para ketua peneliti (yang usulan penelitiannya lulus pada seleksi tahap pertama/Desk Evaluation) untuk mempresentasikan usul penelitiannya di hadapan para reviewer sebagai penilai.
  2. Menilai usulan penelitian ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan TInggi) PTS Kelompok Binaan Tahun 2016 dari perguruan tinggi yang lulus seleksi tahap pertama.
  3. Untuk Ditetapkan sebagai calon penerima penelitian tahun 2017.
  4. Untuk memastikan tidak adanya duplikasi penelitian.

Dari Universitas Islam 45 Bekasi, ada 4 proposal yang dinyatakan lulus Desk Evaluation, dan masuk ke tahap berikutnya presentasi seminar usul penelitian, yaitu:

  1. Andi Hasad (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Elektronika,  Universitas Islam 45 Bekasi
  2. Sugeng (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Elektro, Universitas Islam 45 Bekasi
  3. Anita Setyowati Srie Gunarti (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Sipil,  Universitas Islam 45 Bekasi
  4. Rahmadya Trias Handayanto (Ketua Peneliti), Program Studi Teknik Komputer,  Universitas Islam 45 Bekasi

Ketua Peneliti PPT Unisma Bekasi

Salah satu reviewer Dikti pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Kuncoro, S.T., M.T., Guru Besar Universitas Sebelas Maret, Solo. Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses , 15-16 Agustus 2016, berlokasi di Hotel Harris, Jl. Peta Bandung.

Hasil dari kegiatan ini merupakan pertimbangan bagi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, dalam menentukan usulan baru penelitian yang akan didanai pada tahun anggaran 2017.

Lampiran:

Undangan Peserta Seminar Usulan Penelitian Riset Terapan Tahun 2016 di Bandung

Lampiran Undangan Seminar Usul Riset Terapan

Sumber:

Panduan Kegiatan Seminar Susulan Program Riset Terapan ( Penelitian Produk Terapan, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi) PTS Kelompok Binaan. DRPM, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan. Ristek DIKTI, 2016.

Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi

Raker Muhammadiyah 1 Raker Muhammadiyah 2 Raker Muhammadiyah 3

Rapat Kerja (Raker)  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi periode 2015-2020, berlangsung selama 2 hari, 30 – 31 Juli 2016 di Puncak Cisarua, Bogor.  Dalam acara, tampil sebagai nara sumber pertama H. Ahmad Syaikhu, Wakil Walikota Bekasi. Raker berjalan lancar dan menghasikan rumusan, yang Insya Allah dimanfaatkan untuk memajukan umat menuju kota Bekasi yg maju, sejahtera dan ihsan.

Pelantikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi Periode 2015-2020

PDM Kota Bekasi 2015-2020

Pengurus baru Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Bekasi periode 2015-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat, di kantor Muhammadiyah Kota Bekasi,Sabtu (23/7).

Prosesi pelantikan juga dibarengi dengan dilantiknya pengurus Aisyiyah Kota Bekasi periode 2015-2020 sekaligus acara silaturahim.

Ketua Muhammadiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghozali dalam sambutannya mengatakan, di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah diharapkan bisa lebih berdaya bagi umat, khususnya di Kota Bekasi.

Untuk itu, maka Muhammadiyah akan memperkuat amal usaha Muhammadiyah di segala sektor.

“Kita ingin Muhammadiyah bisa lebih berdaya dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Karenanya, segala amal usaha Muhammadiyah akan kita perkuat,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan warga Muhammadiyah Kota Bekasi, Sabtu (23/7).

Salah satu sektor yang sedang dikuatkan yaitu sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah menargetkan berdirinya Pesantren Muhammadiyah yang rencananya akan di bangun di Kota Bekasi.

“Kita sedang mempersiapkan pembangunan pesantren Muhammadiyah Kota Bekasi. Mudah-mudahan pesantren tersebut bisa segera berdiri,” kata dia.

Untuk pesantren sendiri, Muhammadiyah berterimakasih kepada Fraksi PAN DPR RI, yang sudah memberikan sumbangan kepada Muhammadiyah Kota Bekasi untuk pembangunan pesantren senilai Rp700 juta yang diberikan melalui anggota DPR RI daerah pemilihan Bekasi, Daeng Muhammad.

“Kami berterimakasih atas bantuan yang telah fraksi PAN berikan bisa bermanfaat,” terang dia.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Fraksi PAN DPR RI untuk Muhammadiyah Kota Bekasi.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Fraksi PAN DPR RI untuk Muhammadiyah Kota Bekasi.

Sementara itu, Daeng Muhammad sendiri mengatakan, bantuan tersebut dikucurkan berdasarkan dorongan dan arahan pendiri PAN sekaligus tokoh Muhammadiyah, Amien Rais.

Selain itu, bantuan juga merupakan bentuk kepedulian PAN terhadap Muhammadiyah. Sebab keberadaan PAN sendiri tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah.

“Jadi kami PAN tetap Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah),” kata dia.

Bang Muin bersama Sekretaris PP Muhammadiya, Abdul Mu’ti dan Ketua PD Muhamamdiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghazali.

Bang Muin bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan Ketua PD Muhamamdiyah Kota Bekasi, Soekandar Ghazali.

Sementara itu, salah satu Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied berharap, kepengurusan Muhammadiyah yang baru saja dilantik bisa segera bekerja dengan baik dan mampu menjalankan program organisasi.

“Bisa langsung kerja, kompak, solid dan bisa menjalankan roda organisasi dengan baik,” kata dia.

Selain Daeng Muhammad yang hadir dalam pelantikan, hadir pula Lucky Hakim yang juga anggota DPR RI daerah daerah pemilihan Bekasi. Selain itu hadir pula perwakilan Pemkot Bekasi dan anggota DPRD Kota Bekasi serta sejumlah tokoh Muhammadiyah, salah satunya Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama di Kota Bekasi.

Sumber:
abdulmuinhafied.com

 

Operasi dan Aplikasi TRIAC

OPERASI DAN APLIKASI TRIAC

 Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Triac atau dikenal dengan nama Bidirectional Triode Thyristor, dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika ditrigger (dihidupkan). Triac dapat ditrigger dengan memberikan tegangan positif ataupun negatif pada elektroda gerbang. Sekali ditrigger, komponen ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misalnya pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Operasi triac sangat mirip dengan SCR. Perbedaannya adalah apabila SCR dihubungkan ke dalam rangkaian ac, tegangan output disearahkan menjadi arus searah sedangkan triac dirancang untuk menghantarkan pada kedua tengahan dari bentuk gelombang output. Oleh karena itu, output dari triac adalah arus bolak-balik, bukan arus searah. Triac dibuat untuk menyediakan cara agar kontrol daya ac ditingkatkan.

Gambar 1 Bentuk fisik triac

Operasi Triac

Kontruksi triac diperlihatkan pada Gambar 2. Triac beroperasi sebagai dua SCR dalam satu bungkus dan dipasang paralel berkebalikan. Rangkaian ekivalen triac diperlihatkan sebagai dua SCR yang dihubungkan paralel terbalik seperti diperlihatkan pada Gambar 3. Dengan demikian, triac mampu menghantarkan dengan salah satu polaritas tegangan terminal. Triac dapat juga ditrigger dengan salah satu polaritas sinyal gerbang.

Gambar 2 Konstruksi Triac

Gambar 3 Struktur, simbol dan rangkaian ekivalen triac

Triac mempunyai tiga terminal; dua terminal utama (MT2) dan terminal utama 1 (MT1) dan gerbang (G). Terminal MT2 dan MT1 dirancang demikian sebab aliran arus adalah dua arah. Karena aliran berinteraksi dengan gerbang, MT1 digunakan sebagai pengukuran terminal referen. Arus dapat mengalir antara MT2 dan MT1 dan juga antara gerbang dan MT1. Triac dapat ditrigger agar konduksi pada salah satu arah dengan arus gerbang bergerak masuk atau keluar dari gerbang. Apabila aliran arah arus terminal utama ditentukan, triac pada dasarnya mempunyai karakteristik pengoperasian internal yang sama dengan SCR. Triac mempunyai empat kemungkinan mode pentriggeran. Sehubungan dengan MT1 yaitu:

  • MT2 adalah positif dan gerbang positif
  • MT2 adalah positif dan gerbang negatif
  • MT2 adalah negatif dan gerbang positif
  • MT2 adalah negatif dan gerbang negatif

Gambar 4 Mode pentriggeran triac

Dua mode pentriggeran tersebut digambarkan pada Gambar 4. Karena triac dapat menghantarkan pada kedua tengahan siklus, maka sangat bermanfaat untuk mengontrol beban yang beroperasi pada arus searah. Efisiensi penuh dapat dicapai dengan menggunakan kedua tengahan gelombang dari tegangan input ac.

Aplikasi Triac

Skema rangkaian penghubungan triac yang dioperasikan dari sumber ac diperlihatkan pada Gambar 5.

 Gambar 5 Rangkaian penghubungan triac ac

Jika tombol tekan PB1 dipertahankan tertutup, arus trigger terus-menerus diberikan pada gerbang. Triac menghantarkan pada kedua arah untuk menghubungkan semua tegangan ac yang diberikan pada beban. Jika tombol tekan dibuka, triac kembali OFF atau mati, apabila tegangan sumber ac dan penahanan arus turun menjadi nol atau polaritas terbalik. Perhatikan bahwa tidak seperti output dari rangkaian SCR yang sama, output rangkaian ini adalah arus bolak-balik, bukan arus searah.

 Gambar 6 Aplikasi triac pada rangkaian penghubungan arus pada motor

Satu aplikasi umum dari triac adalah penghubungan arus ac pada motor ac. Rangkaian penghubungan motor triac pada Gambar 6 menggambarkan kemampuan triac untuk mengontrol jumlah arus beban yang besar dengan jum­lah arus gerbang yang kecil. Aplikasi ini akan bekerja seperti relay solid-state. Transformator penurun tegangan 24 V digunakan untuk mengurangi tegangan pada rangkaian thermostat. Tahanan membatasi jumlah aliran arus pada rang­kaian gerbang-MTl ketika thermostat terhubung kontaknya untuk menswitch triac dan motor ON. Ukuran kerja arus maksimum dari kontak thermostat jauh lebih rendah dibandingkan dengan arus kerja triac dan motor. Jika thermostat yang sama dihubungkan seri dengan motor untuk mengoperasikan motor secara langsung, kontak akan dihancurkan dengan aliran arus yang lebih besar.

Gambar 7 Aplikasi triac untuk merubah arus

Triac dapat digunakan untuk merubah arus ac rata-rata menjadi beban ac seperti terlihat pada Gambar 8. Rangkaian trigger mengontrol titik dari bentuk gelombang ac di mana triac yang dihubungkan ON. Bentuk gelombang yang terjadi adalah masih arus bolak-balik, tapi arus rata-rata diubah. Pada rangkaian penerangan, perubahan arus menjadi lampu pijar akan merubah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh lampu. Jadi, triac dapat digunakan sebagai pengontrol keredupan cahaya. Pada rangkaian motor yang sama, perubahan arus itu akan merubah kecepatan motor. Diac adalah alat seperti transistor dua terminal yang digunakan untuk mengontrol trigger SCR dan triac.

Tidak seperti transistor, dua sambungan diac diberi bahan campuran yang sama kuat dan sama. Simbol diac memperlihatkan bahwa diac bertindak seperti dua dioda yang menunjuk pada arah yang berbeda. Arus mengalir melalui diac (pada salah satu arah) ketika tegangan antaranya mencapai tegangan breakover yang diratakan. Pulsa arus yang dihasilkan ketika diac berubah dari status non-induksi ke status konduksi digunakan untuk pentriggeran gerbang SCR dan triac.

Gambar 8 Aplikasi diac/triac sebagai peredup lampu

Rangkaian eksperimental peredup lampu triac/diac diperlihatkan pada Gambar 8. Ketika tahanan variabel R, ada pada harga terendahnya (terang), kapasitor C1 mengisi dengan cepat pada permulaan dari masing-masing setengah siklus dari tegangan ac. Jika tegangan antara C1, mencapai tegangan triac over dari diac, C1 dikosongkan pada gerbang triac. Jadi, triac ON (lebih awal) pada tiap setengah siklus dan bertahan hidup (ON) sampai akhir triac setengah siklus. Oleh karena itu. arus akan mengalir lewat lampu untuk sebagian besar dari diac setengah siklus dan menghasilkan kecerahan (terang) yang penuh. Pada saat tahanan R1 naik, waktu yang diperlukan untuk mengisi C1, sampai tegangan breakover dari diac bertambah. Hal ini menyebabkan triac menyala kemudian pada setiap setengah siklus. Sehingga panjang waktu arus mengalir pada lampu menjadi berkurang dan cahaya yang dipancarkan juga berkurang.

Selengkapnya … Download [pdf]

Referensi

Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri, Teknik Elektro, UNISMA Bekasi

Petruzella F.D., 2001. Elektronik Industri, Andi Yogyakarta

Operasi dan aplikasi SCR

OPERASI DAN APLIKASI SCR

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Silicon Controlled Rectifier (SCR) merupakan alat semikonduktor empat lapis (PNPN) yang menggunakan tiga kaki yaitu anoda (anode), katoda (cathode), dan gerbang (gate) – dalam operasinya. SCR adalah salah satu thyristor yang paling sering digunakan dan dapat melakukan penyaklaran untuk arus yang besar.

Gambar 1 Bentuk fisik SCR

SCR dapat dikategorikan menurut jumlah arus yang dapat beroperasi, yaitu SCR arus rendah dan SCR arus tinggi. SCR arus rendah dapat bekerja dengan arus anoda kurang dari 1 A sedangkan SCR arus tinggi dapat menangani arus beban sampai ribuan ampere.

Gambar 2 Konstruksi dan simbol SCR

Simbol skematis untuk SCR mirip dengan simbol penyearah dioda dan diperlihatkan pada Gambar 2. Pada kenyataannya, SCR mirip dengan dioda karena SCR menghantarkan hanya pada satu arah. SCR harus diberi bias maju dari anoda ke katoda untuk konduksi arus. Tidak seperti pada dioda, ujung gerbang yang digunakan berfungsi untuk menghidupkan alat.

Operasi SCR
Operasi SCR sama dengan operasi dioda standar kecuali bahwa SCR memerlukan tegangan positif pada gerbang untuk menghidupkan saklar. Gerbang SCR dihubungkan dengan basis transistor internal, dan untuk itu diperlukan setidaknya 0,7 V untuk memicu SCR. Tegangan ini disebut sebagai tegangan pemicu gerbang (gate trigger voltage). Biasanya pabrik pembuat SCR memberikan data arus masukan minimum yang dibutuhkan untuk menghidupkan SCR. Lembar data menyebutkan arus ini sebagai arus pemicu gerbang (gate trigger current). Sebagai contoh lembar data 2N4441 memberikan tegangan dan arus pemicu :
VGT = 0,75 V
IGT = 10 mA
Hal ini berarti sumber yang menggerakkan gerbang 2N4441 harus mencatu 10 mA pada tegangan 0,75 V untuk mengunci SCR.

Gambar 3 SCR yang dioperasikan dari sumber DC

Skema rangkaian penghubungan SCR yang dioperasikan dari sumber DC diperlihatkan pada Gambar 3. Anoda terhubung sehingga positif terhadap katoda (bias maju). Penutupan sebentar tombol tekan (push button) PB1 memberikan pengaruh positif tegangan terbatas pada gerbang SCR, yang men-switch ON rangkaian anoda-katoda, atau pada konduksi, kemudian menghidupkan lampu.Rangkaian anoda-katoda akan terhubung ON hanya satu arah. Hal ini terjadi hanya apabila anoda positif terhadap katoda dan tegangan positif diberikan kepada gerbang Ketika SCR ON, SCR akan tetap ON, bahkan sesudah tegangan gerbang dilepas. Satu-satunya cara mematikan SCR adalah penekanan tombol tekan PB2 sebentar, yang akan mengurangi arus anoda-katoda sampai nol atau dengan melepaskan tegangan sumber dari rangkaian anoda-katoda.

SCR dapat digunakan untuk penghubungan arus pada beban yang dihubungkan pada sumber AC. Karena SCR adalah penyearah, maka hanya dapat menghantarkan setengah dari gelombang input AC. Oleh karena itu, output maksimum yang diberikan adalah 50%; bentuknya adalah bentuk gelombang DC yang berdenyut setengah gelombang.

Gambar 4 SCR yang dioperasikan dari sumber AC

Skema penghubungan rangkaian SCR yang dioperasikan dari sumber AC diperlihatkan oleh Gambar 4. Rangkaian anoda-katoda hanya dapat di switch ON selama setengah siklus dan jika anoda adalah positif (diberi bias maju). Dengan tombol tekan PB1 terbuka, arus gerbang tidak mengalir sehingga rangkaian anoda-katoda bertahan OFF. Dengan menekan tombol tekan PB1 dan terus-menerus tertutup, menyebabkan rangkaian gerbang-katoda dan anoda-katoda diberi bias maju pada waktu yang sama. Prosedur arus searah berdenyut setengah gelombang melewati depan lampu. Ketika tombol tekan PB1 dilepaskan, arus anoda-katoda secara otomatis menutup OFF ketika tegangan AC turun ke nol pada gelombang sinus.

Gambar 5 Aplikasi SCR sebagai kontrol output suplai daya pada motor DC

Ketika SCR dihubungkan pada sumber tegangan AC, SCR dapat juga digunakan untuk merubah atau mengatur jumlah daya yang diberikan pada beban. Pada dasarnya SCR melakukan fungsi yang sama seperti rheostat, tetapi SCR jauh lebih efisien. Gambar 5 menggambarkan penggunaan SCR untuk mengatur dan menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber AC.

Gambar 6 Aplikasi SCR untuk start lunak motor AC induksi 3 fase

Rangkaian SCR dari Gambar 6 dapat digunakan untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase. Dua SCR dihubungkan secara terbalik paralel untuk memperoleh kontrol gelombang penuh. Dalam tema hubungan ini, SCR pertama mengontrol tegangan apabila tegangan positif dengan bentuk gelombang sinus dan SCR yang lain mengontrol tegangan apabila tegangan negatif. Kontrol arus dan percepatan dicapai dengan pemberian trigger dan penyelaan SCR pada waktu yang berbeda selama setengah siklus. Jika pulsa gerbang diberikan awal pada setengah siklus, maka outputnya tinggi. Jika pulsa gerbang diberikan terlambat pada setengah siklus, hanya sebagian kecil dari bentuk gelombang dilewatkan dan mengakibatkan outputnya rendah.

Aplikasi SCR
Pada aplikasinya, SCR tepat digunakan sebagai saklar solid-state, namun tidak dapat memperkuat sinyal seperti halnya transistor. SCR juga banyak digunakan untuk mengatur dan menyearahkan suplai daya pada motor DC dari sumber AC, pemanas, AC, melindungi beban yang mahal (diproteksi) terhadap kelebihan tegangan yang berasal dari catu daya, digunakan untuk “start lunak” dari motor induksi 3 fase dan pemanas induksi. Sebagian besar SCR mempunyai perlengkapan untuk penyerapan berbagai jenis panas untuk mendisipasi panas internal dalam pengoperasiannya.

Selengkapnya… download [pdf]

Referensi
Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri, Teknik Elektro, UNISMA Bekasi
Malvino A.P., 2003. Prinsip-prinsip Elektronika, Salemba Teknika, Jakarta
Petruzella F.D., 2001. Elektronik Industri, Andi Yogyakarta

Album Photo Robotika KRI-KRCI 2010

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nilai UTS Perancangan Sistem Digital Semester Ganjil 2011-2012

Nilai UTS Elektronika Industri Semester Ganjil 2011-2012

Thyristor dan Aplikasinya

THYRISTOR DAN APLIKASINYA

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Thyristor berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pintu’. Sifat dan cara kerja komponen ini memang mirip dengan pintu yang dapat dibuka dan ditutup untuk melewatkan arus listrik. Thyristor merupakan salah satu tipe devais semikonduktor daya yang paling penting dan telah banyak digunakan secara ekstensif pada rangkaian daya . Thyristor biasanya digunakan sebagai saklar/bistabil, beroperasi antara keadaan non konduksi ke konduksi. Pada banyak aplikasi, thyristor dapat diasumsikan sebagai saklar ideal akan tetapi dalam prakteknya thyristor memiliki batasan karakteristik tertentu. Beberapa komponen yang termasuk thyristor antara lain PUT (Programmable Uni-junction Transistor), UJT (Uni-Junction Transistor ), GTO (Gate Turn Off Thyristor),  SCR (Silicon Controlled Rectifier), LASCR (Light Activated Silicon Controlled Rectifier), RCT (Reverse Conduction Thyristor), SITH (Static Induction Thyristor), MOS-Controlled Thyristor (MCT).

Gambar 1 Thyristor

Struktur Thyristor

Ciri  dari sebuah thyristor adalah komponen yang terbuat dari bahan semiconductor silicon. Walaupun bahannya sama, tetapi struktur P-N junction yang dimilikinya lebih kompleks dibanding transistor bipolar atau MOS. Komponen thyristor lebih digunakan sebagai saklar (switch) daripada sebagai penguat arus atau tegangan seperti halnya transistor.

Gambar 2  Struktur Thyristor

Struktur dasar thyristor adalah struktur 4 layer PNPN seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Sebuah thyristor dapat bekerja dan dapat disimulasikan terdiri dari sebuah resistor R on, Sebuah induktor Lon, sebuah sumber tegangan DC V yang terhubung seri dengan Switch (SW). SW dikontrol oleh signal Logic yang yang bergantung pada tegangan Vak, arus Iak  dan signal Gate (G). Simulasi ini dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3  Simulasi Operasi Thyristor

Jika dipilah, struktur ini dapat dilihat sebagai dua buah struktur junction PNP dan NPN yang tersambung di tengah. Ini tidak lain adalah dua buah transistor PNP dan NPN yang tersambung pada masing-masing kolektor dan base. Jika divisualisasikan sebagai transistor Q1 dan Q2, maka struktur thyristor ini dapat diperlihatkan seperti pada Gambar 4  berikut ini.

 Gambar 4  Visualisasi dengan  transistor

Kolektor transistor Q1 tersambung pada base transistor Q2 dan sebaliknya kolektor transistor Q2 tersambung pada base transistor Q1.  Rangkaian transistor yang demikian menunjukkan adanya loop penguatan arus di bagian tengah. Dimana diketahui bahwa Ic = BIb, yaitu arus kolektor adalah penguatan dari arus base.  Jika misalnya ada arus sebesar Ib yang mengalir pada base transistor Q2, maka akan ada arus Ic yang mengalir pada kolektor Q2. Arus kolektor ini merupakan arus base Ib pada transistor Q1, sehingga akan muncul penguatan pada pada arus kolektor transistor Q1. Arus kolektor transistor Q1 tdak lain adalah arus base bagi transistor Q2. Demikian seterusnya sehingga makin lama sambungan PN dari thyristor ini di bagian tengah akan mengecil dan hilang. Tertinggal hanyalah lapisan P dan N di bagian luar.

Jika keadaan ini tercapai, maka struktur yang demikian todak lain adalah struktur dioda PN (anoda-katoda) yang sudah dikenal. Pada saat yang demikian, disebut bahwa thyristor dalam keadaan ON dan dapat mengalirkan arus dari anoda menuju katoda seperti layaknya sebuah dioda.

Karakteristik Thyristor

Karakteristik Thyristor dapat dilihat pada Gambar 4. Karaktristik tegangan versus arus ini diperlihatkan bahwa thyristor mempunyai 3 keadaan atau daerah, yaitu :

  1. Keadaan pada saat tegangan balik (daerah I)
  2. Keadaan pada saat tegangan maju (daerah II)
  3. Keadaan pada saat thyristor konduksi (daerah III)

 

Gambar 5  Karakterisitik Thyristor

Pada daerah I, thyristor sama seperti diode, dimana pada keadaan ini tidak ada arus yang mengalir sampai dicapainya batas tegangan tembus (Vr). Pada daerah II terlihat bahwa arus tetap tidak akan mengalir sampai dicapainya batas tegangan penyalaan (Vbo). Apabila tegangan mencapai tegangan penyalaan, maka tiba – tiba tegangan akan jatuh menjadi kecil dan ada arus mengalir. Pada saat ini thyristor mulai konduksi dan ini adalah merupakan daerah III. Arus yang terjadi pada saat thyristor konduksi, dapat disebut sebagai arus genggam (IH = Holding Current). Arus IH ini cukup kecil yaitu dalam orde miliampere.  Untuk membuat thyristor kembali off, dapat dilakukan dengan menurunkan arus thyristor tersebut dibawah arus genggamnya (IH) dan selanjutnya diberikan tegangan penyalaan.

Secara umum, aplikasi Thyristor adalah  :

• Mengontrol kecepatan dan frekuensi
• Penyearahan
• Pengubahan daya
• Manipulasi robot
• Kontrol temperatur
• Kontrol cahaya

Selengkapnya … Download [pdf]

Referensi :

Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri, Teknik Elektro, UNISMA, Bekasi.

Petruzella F.D., 2001, Elektronik Industri, Andi Yogyakarta

Rashid M.H., 1999, Elektronika Daya, PT. Prenhallindo, Jakarta

Verifikasi dan Validasi dalam Simulasi Model

VERIFIKASI DAN VALIDASI DALAM SIMULASI MODEL

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Verifikasi bertujuan untuk membuktikan bahwa sesuatu ada atau benar, atau untuk memastikan bahwa sesuatu adalah benar (Verify : to prove that something exists or is true, or to make certain that something is correct), sedangkan validasi bertujuan untuk membuat sesuatu yang resmi diterima atau disetujui, terutama setelah memeriksanya (Validate : to make something officially acceptable or approved, especially after examining it)  (Cambridge Dictionaries Online, 2011).

Menurut Sargent (1999) verifikasi model yang terkomputerisasi (computerized) memastikan bahwa pemrograman komputer dan implementasi model konseptual adalah benar. Untuk membantu memastikan bahwa sebuah program komputer adalah benar, desain program dan prosedur pengembangan pada bidang software engineering sebaiknya digunakan dalam pengembangan  dan implementasi program komputer. Hal ini termasuk desain object oriented, desain top-down, pemrograman terstruktur dan modularity program. Sedangkan validasi model terkomputerisasi (computerized)  berarti memastikan  bahwa program komputer dari model yang terkomputerisasi beserta implementasinya adalah valid (sah dan diterima ) atau tidak valid.

Gambar 1  Proses Pemodelan Sistem (Sargent, 1999)

Dalam proses validasi, terdapat 3 pendekatan utama yang digunakan untuk menentukan kapan sebuah model simulasi adalah valid atau tidak valid. Setiap pendekatan membutuhkan tim pengembangan model untuk melakukan verifikasi dan validasi sebagai bagian dari proses pengembangan model. Pendekatan umum yang paling banyak untuk tim pengembangan adalah membuat keputusan bahwa model tersebut valid. Ini adalah keputusan subyektif yang berdasarkan pada berbagai pengujian dan evaluasi yang dilakukan sebagai bagian dari proses pengembangan model.

Tabel 1 Evaluasi Untuk Validitas Model Konseptual

Tabel evaluasi untuk validitas model konseptual

Pendekatan yang lain, sering disebut verifikasi dan validasi independen, digunakan oleh pihak ketiga (independen) untuk menentukan kapan model itu valid. Pihak ketiga adalah independen dari kedua sisi, baik dari sisi tim pengembangan model maupun sponsor/pengguna model. Setelah sebuah model dikembangkan, pihak ketiga melakukan evaluasi untuk menentukan validitasnya. Berdasarkan validasi ini, pihak ketiga membuat sebuah keputusan subyektif pada validitas dari model tersebut.

Pendekatan terakhir untuk menentukan kapan sebuah model adalah valid untuk digunakan adalah model penentuan nilai (scoring). Skor atau bobot ditentukan secara subyektif ketika melakukan proses validasi dari berbagai aspek dan kemudian dikombinasikan untuk menentukan nilai (skor) kategori dan skor keseluruhan untuk model simulasi. Sebuah model simulasi dinyatakan valid jika skor kategori dan skor keseluruhan  lebih besar dari beberapa skor lainnya. Pendekatan ini tidak sering digunakan dalam praktek.

Gambar 2  Simulasi Komputer

Menurut Hoover dan Perry  (1989) verifikasi adalah pemeriksaan apakah program komputer simulasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dengan pemeriksaan program komputer. Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi konseptual (diagram alur dan asumsi) ke dalam bahasa pemrograman secara benar (Law dan Kelton, 1991), sedangkan validasi adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata ? (Hoover dan Perry, 1989). Validasi adalah penentuan apakah model konseptual simulasi (sebagai tandingan program komputer) adalah representasi akurat dari sistem nyata yang sedang dimodelkan (Law dan Kelton, 1991).

Sargent (1999) menyimpulkan dalam papernya yang berjudul “Verification and Validation of Simulation Models” bahwa verifikasi dan validasi model adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan sebuah model simulasi. Namun disayangkan, tidak ada pengujian khusus yang dapat dengan mudah diaplikasikan untuk menentukan “kebenaran” dari sebuah model. Lebih jauh, belum ada algoritma yang dapat menentukan teknik atau prosedur apa yang dapat digunakan. Setiap proyek simulasi menghadirkan sebuah tantangan yang unik dan baru.

Selengkapnya … Baca ringkasan disini  [Download pdf Writing] [Download pdf Sargent]

Referensi

Cambridge University Press. 2011. Cambridge Dictionaries Online. http://dictionary.cambridge.org/, diakses pada 1 Oktober 2011.

Hoover, Perry. 1989. Simulation A Problem-Solving Approach. Addison-Wesley., USA.

Law, Kelton. 1991. Simulation Modeling and Analysis. McGraw-Hill Inc., 2nd Edition, New York, USA.

Sargent RG. 1998. Verification and Validation of Simulation Models. Proceeding of The 1998 Winter Simulation Conference. USA. hlm 121-130.

Dioda Daya dan Aplikasinya

Dioda Daya dan Aplikasinya

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Perbedaan dioda daya dibandingkan dioda sinyal pn-junction  :

  • Memiliki daya yang besar
  • Kemampuan menangani tegangan dan arus  yang lebih besar
  • Respon frekuensi (kecepatan pensaklaran) lebih rendah dibanding dioda sinyal

Gambar 1  Dioda daya dan dioda sinyal pn junction

Tipe Dioda Daya

  1. Dioda Umum atau Serbaguna
  2. Dioda Schottky
  3. Dioda Pemulihan Cepat

Gambar 2 Dioda Daya

1. Dioda Umum / Serbaguna

  • Waktu pemulihan mundur relatif tinggi, biasanya 25 us
  • Digunakan untuk aplikasi kecepatan rendah (waktu pemulihan tidak kritis)
  • Arus 1 – ribuan Ampere, tegangan 50 V – 5 kV
  • Secara umum dibuat dengan difusi
  • Tipe campuran (alloy) dari penyearah yang digunakan  untuk suplay daya pengelasan
  1. Paling efektif pembiayaannya
  2. Kasar
  3. Memiliki tingkat kemampuan 300 V – 1000 V

2. Dioda Schottky

  • Masalah pengisian penyimpan pn junction dapat diminimalkan bahkan dihilangkan dalam dioda ini
  • Pengisian pemulihan jauh lebih kecil daripada dioda pn junction yang ekuivalen.
  • Dioda schottky memiliki tegangan jatuh yang relatif kecil
  • Arus bocor lebih tinggi daripada dioda pn junction , olehnya itu tegangan maksimum yang diizinkan dibatas 100 V
  • Tingkat arus bervariasi 1 – 300 A
  • Ideal digunakan untuk arus tinggi, tegangan rendah catu daya dc. Meskipun demikian dioda ini juga diterapkan pada catu daya arus kecil untuk meningkatkan efisiensi.

3. Dioda Pemulihan Cepat

  • Waktu pemulihan rendah  kurang dari 5 us
  • Digunakan untuk konverter dc-dc dan dc-ac
  • Arus 1 – ratusan Ampere, tegangan 50 V– 3 kV
  • Untuk tingkat tegangan di atas 400 V, dibuat dengan difusi dan waktu pemulihan mundur diatur oleh  difusi platina / emas
  • Untuk tingkat tegangan di bawah 400 V, dioda epiktasi lebih cepat dibanding dioda difusi
  • Dioda pemulihan cepat memiliki lebar basis yang tipis, yang menghasilkan waktu pemulihan ulang kurang dari 50 ns

Aplikasi  Dioda  Daya

Aplikasi dioda daya selain sebagai saklar dalam penyearah :

  • Freewheeling dalam regulator saklar
  • Pengisian balik kapasitor dan transfer energi antar komponen
  • Isolasi tegangan
  • Balikan energi dari beban ke sumber daya

Selengkapnya … Download [ pdf slides ] [ pdf  Writing ]

Referensi

Hasad A. 2011. Materi Kuliah Elektronika Industri. Teknik Elektro, UNISMA, Bekasi

http://elektroindonesia.com,  diakses tanggal 15 Oktober 2011

http://www.electronics-tutorials.ws, diakses tanggal 15 Oktober 2011

Petruzella F.D., 2001, Elektronik Industri, Andi Yogyakarta

Rashid M.H., 1999, Elektronika Daya, PT. Prenhallindo, Jakarta

Rockis G., Solid State Fundamentals for Electricians,  Energy Concepts Inc.

 

Robot HP

ROBOT HP

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Peneliti Kanada  mencoba mengintegrasikan robot dalam kehidupan kita sehari-hari. Robot tersebut dapat menari, menangis dan melakukan aktivitas layaknya manusia dengan ponsel (HP) sebagai badan dan wajahnya. Robot, yang disebut Callo dan Cally, adalah Robot  ponsel dengan anggota badan.

Cally berdiri sekitar 7 inci tinggi,  berjalan, menari, dan dapat meniru perilaku manusia sedangkan Callo berdiri sekitar 9 inci  dan wajahnya, yang merupakan tampilan layar ponsel, mampu menunjukkan ekspresi wajah manusia ketika ia menerima-mengirim pesan teks. Ketika sedang menerima sinyal emoticon senyum, Callo berdiri di atas satu kaki, melambaikan kedua lengannya dan tersenyum. Jika ia menerima sinyal emotion berkerut, bahunya kemerosotan dan dia akan menangis. Jika ia mendapat pesan darurat, atau yang benar-benar sedih, dia akan melambaikan tangannya dengan panik.

Ji- Dong Yim, seorang mahasiswa PhD di bidang seni dan teknologi interaktif di Universitas Simon Fraser  di Vancouver, Kanada, mengatakan pada dasarnya sistemnya sederhana. Robot dapat berkomunikasi satu sama lain, misalnya saat tuan mereka berada dipanggilan video.

“Bila Anda memindahkan robot, robot saya akan memindahkan hal yang sama, dan sebaliknya, sehingga kita bisa berbagi perasaan emosional menggunakan ‘fisik pintar’ ponsel robot,” katanya dalam rilis SFU.

Robot, yang terbuat dari bagian ponsel Nokia N82 dan komponen dari kit robot Bioloid, dapat mendeteksi wajah manusia menggunakan perangkat lunak OpenCV. Cally bahkan dapat melacak ekspresi wajah pengguna ‘saat panggilan telepon’.Robot dapat diprogram untuk bergerak dengan cara tertentu ketika menerima panggilan dari nomor telepon tertentu.

Konsep yang sama dapat digunakan untuk membuat robot penolong lain berkomunikasi dengan orang lain dan membangun keintiman jangka panjang dengan mereka, kata peneliti tersebut.
sumber : Popular Science

Blok Diagram dan Komponen HP

BLOK DIAGRAM DAN KOMPONEN HP

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Cara kerja HP Secara Umum :

HP bekerja sebagai Receiver (Rx) atau penerima ketika ada gelombang elektromagnetik yang diterima (sesuai dengan frekuensi yang digunakan). Gelombang elektromagnetik tersebut kemudian diproses di bagian processor yang di dalamnya melibatkan CPU, EEPROM, RAM, DSP maupun Multimode Adaptor. Setelah itu hasilnya dikeluarkan oleh bagian output lalu direspon oleh user (pemakai) yang memberikan input. Inputan dari user ini kemudian diproses lalu dipancarkan ke bagian  Transmitter (Tx).

Blok diagram HP secara garis besar terdiri dari :

1. Blok Penerima (Rx)

2. Blok Processor

3. Blok Power Supply

4. Blok Pengirim (Tx)

Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1. Blok Diagram HP

Komponen HP terdiri dari komponen utama dan komponen pendukung :

1. Komponen Utama

1.1. Rangkaian Transmisi (Tx)

Berfungsi untuk mentransmisikan dan menghubungkan data HP dengan komponen lain, contohnya memindahkan foto ponsel ke ponsel yang lain menggunakan infrared. Bagian ini terdiri dari :

  • Tx Antena
  • RF Power
  • Tx Filter
  • RF Driver
  • Tx VCO
  • Mixer

1. 2. Rangkaian Receiver (Rx)

Berfungsi sebagai penyaring sinyal yang diterima HP dari Base Transceiver Station (BTS) operator. Bagian ini terdiri dari :

  • Rx Antena
  • Rx VCO
  • 26 MHz Crystal Osilator (Frequency Shynthesizer)
  • IF-I
  • IF-II
  • IF Module

1.3. Rangkaian Processor

Berfungsi sebagai  pusat pengolahan data,  menginstruksikan proses penyimpanan data ke memori. Rangkaian  ini terdiri dari :

  • Central Processing Unit (CPU)
  • Electrically Ereable Programable Only Memory (EEPROM)
  • Random Access Memory (RAM)
  • Digital Signal Processor (DSP)
  • Multimode Adaptor (MMA) atau User Interface (UI)
  • Flash ROM

1.4. Rangkaian Power Supply

Berfungsi sebagai penyedia dan pengatur tegangan ke seluruh rangkaian komponen sesuai dengan kebutuhannya. Rangkaian ini antara lain terdiri dari :

  • Baterai
  • IC Power Supply
  • IC Charging

 2. Komponen pendukung

  • Komponen Input : Keypad, Mikrofon, Radio, Kamera
  • Komponen Output : Liquid Colour Display (LCD), Ear Piece, Buzzer, Light Emmited Diode (LED), Vibrator, Switch on / off, Konektor (Mic, Baterai Antena)
  • Komponen Input-Output : konektor SIM Card, Kabel, Infra Red (IR), Bluetooth, External-Internal / Plug In

Gambar 2. PCB Nokia 3210 (Tampak Depan)

Gambar 3. PCB Nokia 3210 (Tampak Belakang)

Gambar 4. PCB Nokia 6600

Referensi :

Arman Budi Djanir M.,  2004, Cara Praktis memperbaiki Ponsel, Gavamedia, Yogyakarta

Daniswara Soni, Riyan, 2006, Mencari dan Memperbaiki Kerusakan pada Handphone, Kawan Pustaka, Depok

Andi Hasad, 2004, Modul Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro (D3) UNISMA, Bekasi

Irawan Armin,  2005, Cara Praktis Jadi Teknisi Handphone, Fadillah Print, Surabaya

Tabloid Ponsel , Mazter  – Roaming

Bacaan terkait :

Reparasi HP

Reparasi HP

REPARASI HP

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

1. Reparasi HP

Alat dan Bahan yang diperlukan untuk reparasi Hp adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Peralatan Reparasi HP

1.    1.   Buku Skematik Hp

Buku skematik hp ini sangat diperlukan dalam melakukan reparasi untuk membaca jalur komponen hp. Fungsi: Untuk membaca Jalur Hp yang putus sehingga dapat dilakukan teknik jamper.

  1. 2.  Solder Uap (Blower)

Suatu alat yang wajib dimiliki oleh seorang teknisi Hp.

Alat ini juga sering disebut solder Uap karena memiliki Heater(panas) dan Air (udara) yang dapat kita atur panas tekanan udaranya. Fungsi: – Untuk mencairkan timah – Untuk mencabut/mengangkat dan mematri komponen(IC)

  1. 3.  DC Power Supply

Sumber tegangan yang Voltagenya bisa kita ukur sesuai dengan kebutuhan Hp, alat ini juga sering digunakan untuk mengecek kondisi Hp masih hidup atau tidak. Fungsi: – Untuk menganalisa tegangan (V) dan Ampere (A) atau yang sering disebut dengan analisa power supply.         – Untuk mengecek kerusakan pada ponsel

  1. 4.  Solder Manual

Solder yang digunakan tidak terlalu panas dengan daya 25 watt. Fungsi: Untuk mematri komponen

  1. 5.  Multitester

Alat ini sangat penting untuk dimiliki oleh seorang teknisi ponsel karena memiliki banyak manfaat untuk mengetahui masih bagus atau tidak. Fungsi: – Untuk mengukur komponen –  Untuk mengecek hubungan antar komponen (Jalur) –  Untuk Mengecek Batteray

  1. 6.  BGA Plate

Suatu alat yang sering digunakan oleh teknisi untuk menjepit PCB Ponsel agar tidak bergerak pada saat pelepasan/pemasangan komponen, biasanya terbuat dari besi berani. Fungsi: Untuk menjepit PCB

  1. 7.  Timah Paste

IC yang sering dicabut akan menyebabkan kaki IC menjadi pendek/hilang, maka perlu untuk membuat kaki IC yang sering disebut dengan teknik pengecoran kaki IC. Fungsi: Mencetak ulang kaki IC

  1. 8.  Solder Paste

Terkadang yang sering kita pakai akan meninggalkan kotoran/bekas timah yang akan mengakibatkan solder tidak panas. Maka mata solder perlu dibersihkan dengan timah paste. Fungsi: Untuk membersihkan mata solder

  1. 9.  Cairan IPA (Tiner Inpala)

Cairan ini sering digunakan oleh teknisi untuk membersihkan PCB Ponsel. Fungsi: Untuk membersihkan PCB

  1. 10. Kawat Jumper(Handsfree)

Kawat  ini digunakan untuk menghubungkan jalur yang putus (Jumper) atau lebih terkenal dengan sebutan teknik jumper. Fungsi: Untuk menjumper jalur yang putus

  1. 11. Tools kit

Separangkat obeng yang digunakan untuk membuka cassing ponsel    terdiri dari :

  • Obeng Variasi
  • Tang Siemens
  • Pinset lurus dan lengkung
  • ”U” untuk membuka cassing 7450
  • Obeng T6

     1.  12. Timah 0,3

Timah yang digunkan untuk mematri komponen berukuran kecil sebesar 0,3 Fungsi: Untuk mematri komponen

  1. 13.  Songka Padat / Fluks

Bahan ini digunakan pada saat melepas komponen/IC, dioleskan pada body komponen yang hendak dicabut. Fungsi: mempercepat pencairan timah.

  1. 14. Lampu Service

Lampu ini digunakan saat melakukan reparasi ponsel pada malam hari. Fungsi: Memberikan penerangan.

  1. 15. Cetakan kaki IC

Alat ini digunakan untuk mencetak ulang kaki IC

  1. 16. Pinset

Ada dua jenis pinset yang digunakan oleh teknisi ponsel yaitu pinset lengkung dan lurus. Fungsi: Untuk menjepit komponen pada saat hendak dilepas/dipatri.

 Gambar 2. Contoh PCB HP (Nokia 6600)

Referensi :

Arman Budi Djanir M.,  2004, Cara Praktis memperbaiki Ponsel, Gavamedia, Yogyakarta

Daniswara Soni, Riyan, 2006, Mencari dan Memperbaiki Kerusakan pada Handphone, Kawan Pustaka, Depok

Andi Hasad, 2004, Modul Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro (D3) UNISMA, Bekasi

Irawan Armin,  2005, Cara Praktis Jadi Teknisi Handphone, Fadillah Print, Surabaya

Tabloid Ponsel , Mazter  – Roaming

Bacaan terkait :

Blok Diagram dan Komponen HP

Perkembangan Teknologi Wireless

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WIRELESS

Andi Hasad
Program Studi Teknik Elektronika
Fakultas Teknik, Universitas Islam 45 (UNISMA)
Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113
Telp. +6221-88344436, Fax. +6221-8801192
Website: andihasad.com, Email: andihasad@yahoo.com

Evolusi teknologi akses berbasis wireline   diawali  dari  PSTN[1]    berkembang ke ISDN[2]  lalu  menuju ke DSL sebagai  antisipasi  komunikasi  broadband, sedangkan teknologi wireless berevolusi  dari  generasi  pertama (1G) yang analog, ke 2G yang digital dengan sistem yang terkenalnya GSM (Global Sistem  Mobile) berkembang ke GPRS (General Packet Radio Sistem), lalu berkembang ke 3G (W-CDMA)  dengan teknologi yang dikenal sebagai UMTS (Universal Mobile Telecommunication Sistem), lalu ke HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan LTE (Long Term Evolution).

Gambar 1. Komunikasi Selular

Teknologi wireless (tanpa kabel)  saat ini  diantaranya :

1. AMPS (Advance Mobile Phone System)

 AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi seluler. System ini di alokasikan pada Band 800 Mhz, jaringan ini  menggunakan sirkuit   terintegrasi  yang sangat besar yang terdiri dari Computer Dedicated dan System Switch. AMPS menggunakan range frekuensi antara 824 Mhz – 894 Mhz yang diperuntukan pada ponsel analog. Teknologi ini sudah  ditinggalkan  sejak  munculnya teknologi selular berbasis digital.

 2. GSM (Global System Mobile)

GSM merupakan generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan  pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Austaralia, Timur Tengah, dan Amerika Utara. GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system seluler digital. GSM mempunyai frekuensi 900 Mhz selain itu GSM juga menggunakan  frekuensi  1800 Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga  menyediakan  layanan untuk mengirimkan data dengan kecepatan  tinggi yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) yang mengirimkan data sampai 64 Kbps hingga 100 Kbps. Di Indonesia jaringan GSM di tempati oleh PT. Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, dan Indosat.

 3.  CDMA (Code Divisition Code Access)

CDMA merupakan genarasi ketiga (3G). Teknologi telepon tanpa kabel sangat  dirasakan perkembangannya, dengan munculnya  berbagai macam  jenis    telepon     seluler. Perkembangan  CDMA tidak secepat perkembangan  GSM yang banyak diadopsi oleh sebagian besar operator di berbagai macam  Negara. Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT. Mobile-8, Telcom, Telkomflexy dan Esia.

Gambar 2. Standar Broadband Wireless Access (BWA)

Teknologi akses wireless untuk data juga berkembang diawali dari infrared untuk jangkauan yang sangat terbatas, Bluetooth, kemudian yang dikenal  luas saat ini Wifi atau Wireless LAN standar IEEE 802.11, dan yang terkini teknologi Broadband Wireless Access (BWA) WiMax  berdasarkan  standar IEEE 802.16.

Telepon selular  atau  akrab  disebut  Handphone  (HP) merupakan gabungan   dari   Teknologi Radio yang diintegrasikan dengan  Teknologi  Komunikasi  Telepon. Telepon pertama kali    ditemukan dan diciptakan  oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876, sedangkan   komunikasi  tanpa  kabel  (wireless) ditemukan   oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo   Marconi.

Catatan :

Materi Kuliah selengkapnya dapat didownload di  http://simpatikunisma.net/  (Private untuk  mahasiswa Teknik Elektro UNISMA Bekasi)

Semua mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah ini , wajib mengerjakan tugas dan kuis di  http://simpatikunisma.net/

[1] PSTN (Public Switching Telephone Network) adalah jaringan telepon yang disediakan untuk digunakan umum, dalam praktek sehari-hari sering  disebut  Sentral Telepon Otomat (STO).

[2]ISDN (Integrated Services Digital Network), jaringan digital pelayanan terpadu, evolusi lebih lanjut dari jaringan  terlepon biasa dan merupakan   penyatuan   berbagai macam layanan. Jaringan digital yang mampu      memberikan berbagai macam jasa pelayanan telekomunikasi (suara, gambar, data digital, text, video, faks)  melalui suatu antarmuka (interface) standar yang berlaku di seluruh dunia.

Menghemat Listrik

Untuk menghemat biaya rumah tangga, anda dapat memulainya dengan menghemat listrik. Langkah berikut ini mudah-mudahan membantu.

I.1 LAMPU

I.1.1 Ganti Lampu Pijar dengan Lampu Hemat Energi

Langkah penghematan energi pada bagian penerangan (lighting) yang dapat langsung dilakukan adalah dengan cara mengganti lampu pijar berdaya besar dengan lampu hemat energi (LHE) dengan luminasi cahaya sama terangnya namun daya lebih rendah. Penghematan energi dengan metode ini dapat menghemat pemakaian daya 50-70% lebih rendah.

I.1.2 Penggunaan Ballast Dengan Losses Rendah

Pada lampu penerangan yang menggunakan ballast, dapat dilakukan langkah penggantian ballast yang memiliki rugi-rugi besar dengan ballast yang memiliki rugi-rugi lebih rendah.

I.1.3 Optimasi Flux dalam Penggunaan LHE

Penerangan dapat menimbulkan panas yang berlebihan pada suatu ruangan. Gunakan lampu dengan tipe compact fluorescent (CFL) yang hanya mengkonsumsi 75% energi dan menimbulkan 70-80% lebih sedikit panas. Lampu pijar biasa memberikan 10% penerangan dan 90% panas sedangkan lampu compact fluorescent memberikan 90% cahaya dan 10% panas. Untuk disesuaikan juga lampu yang dipakai dengan tingkat luminasi ruangan sesuai dengan kebutuhan.

I.2 PENDINGIN UDARA (AIR CONDITIONER)

I.2.1 Gunakan Timer

Untuk sistem pendingin terpusat dan peralatan pendingin terpisah, pasanglah sebuah thermostat yang dilengkapi dengan penanda waktu (timer). Masukkan setting timer agar mengoperasikan pendingin hanya pada waktu diperlukan.
I.2.2 Setting Temperatur Secara Optimal

Operasikan setting pendingin pada suhu 25 oC sehingga tingkat kenyamanan tersedia dan pemakaian energi terjaga.
I.2.3 Jangan Mendinginkan Ruangan Tidak Perlu

Pasanglah sistem pendinginan terpusat (AC Sentral) hanya untuk ruangan-ruangan yang memerlukan pendinginan. Untuk ruangan tertentu dimana pendingin tidak diperlukan pada waktu yang lama, akan lebih ekonomis bila mempergunakan AC window atau AC portable.
I.2.4 Sesuai Kapasitas Dengan Luas Ruangan

Evaluasi apakah ukuran peralatan pendingin sesuai dengan luas ruangan yang didinginkan. Penggunaan kapasitas peralatan pendingin yang lebih kecil dari luas ruangan akan membuat alat pendingin bekerja terlalu berat namun kenyamanan ruangan tidak tercapai.
I.2.5 Ganti Pendingin Berusia Tua

Pada peralatan pendingin (AC) berusia lebih dari 10 tahun, pemakaian energi akan lebih besar 30-50% dibandingkan dengan peralatan pendingin terkini. Untuk itu, laksanakan program penggantian peralatan pendingin (AC) dengan pendingin hemat energi dengan teknologi terbaru. Saat membeli, perhatikan rating SEER (System Energy Efficient Rating) dari peralatan pendingin. Sebuah AC paling tidak mempunyai rating SEER tingkat 13 dari tingkatan maksimum yang mencapai 19.
I.2.6 Bersihkan Filter Secara Rutin

Pada saat pemeliharaan rutin, pastikan untuk selalu membersihkan filter udara. Filter yang kotor akan membuat pendingin bekerja lebih berat dan mengkonsumsi lebih banyak energi.
I.2.7 Penempatan Kondensor

Pada bagian Kondensor, akan lebih baik bila kondensor diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Energi yang dikonsumsi peralatan pendingin akan lebih rendah 10% pada kondensor yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
I.2.8 Kebersihan Lingkungan Kondensor

Pastikan ruang disekeliling kondensor bersih dari rumput, barang atau sampah yang dapat mengganggu sirkulasi udara. Terganggunya sirkulasi udara dapat menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak energi.
I.2.9 Pemasangan Fan

Selain pendingin udara, gunakan juga fan atau kipas angin pada ruang-ruang tertentu yang tidak mutlak menggunakan pendingin (AC). Kipas angin dapat menurunkan suhu ruangan sampai 5 oC lebih rendah sehingga akan mengurangi penggunaan AC.

I.2.10 Pastikan Arah Putaran Kipas

Pastikan arah putaran kipas terarah kebawah yang akan langsung mendinginkan tubuh orang dibawah serta membawa udara panas pergi dari ruangan. Bila putaran kipas terarah menghisap ke atas tidak banyak berpengaruh pada penurunan suhu ruangan. Putaran kipas keatas akan membawa udara panas diatas turun dan menyebabkan tubuh merasa kegerahan.
I.3 PEMANAS AIR (HEATER)

I.3.1 Setting Temperatur

Turunkan setting temperatur pemanas air sampai maksimal 120 oC. Pada suhu tersebut, air sudah dalam keadaan mendidih dan bakteri pada air sudah mati sehingga air cukup steril untuk digunakan.
I.3.2 Bersihkan Endapan

Secara rutin bersihkan endapan yang ada dalam tabung pemanas dengan mengalirkan air secara lebih laju. Tindakan ini akan dapat meningkatkan effisiensi pemanas dan mengurangi konsumsi listrik atau gas.
I.3.3 Isolasi Panas

Pastikan isolasi panas pada alat pemanas masih terpasang dengan baik. Isolasi akan mencegah panas yang ditimbulkan heater terbuang percuma di udara. Pemasangan isolasi yang baik akan meningkatkan efisiensi pemanas.

I.4 PERALATAN KOMPUTER

I.4.1 Timer untuk Turn Off

Configure your monitor to turn off after 20 minutes (or less) of inactivity, and your hard drive to turn off after 30 minutes of inactivity.
I.4.2 Mode Operasi Standby

Matikan komputer, monitor dan printer saat anda pergi atau aktifkan mode operasi standby setiap saat anda meninggalkan kantor lebih dari dua jam. Mengaktifkan screen saver bukan suatu langkah penghematan energi, monitor akan tetap beroperasi secara penuh.
I.4.3 Membeli Komputer Baru

Bila membeli komputer baru, pertimbangkanlah untuk membeli laptop bila memungkinkan. Laptop memakai lebih sedikit energi dibandingkan dengan komputer desktop dan cenderung lebih cocok untuk kebanyakan orang, kecuali bila banyak dipakai untuk mengetik. Pertimbangkan untuk membeli monitor tipr flat panel karena hanya menggunakan 1/3 energi dibandingkan dengan monitor biasa.
I.4.4 Sistem Operasi

Beberapa operating system seperti Windows ME dan Windows 2000 memiliki fitur “system hibernate”, yang dapat merekam sebelum dimatikan. Saat komputer kembali diaktifkan, seluruhnya kembali pada keadaan semula.

I.5 ESCALATOR DAN LIFT

I.5.1 Penggunaan Sensor Operasi Pada Escalator

Penghematan energi dapat dilakukan dengan mengatur operasi eskalator pada saat tidak ada orang yang menggunakannya. Untuk itu, perlu dilakukan pengaktifan mode operasi standby pada saat tidak ada orang yang menggunakan eskalator. Pengaktifan mode standby ini dapat dilakukan pada eskalator untuk lokasi tertentu, jam operasi tertentu dan hari operasi tertentu disesuaikan dengan ritme tingkat kepadatan pengguna.

I.5.2 Pengaturan Kecepatan Pada Escalator

Pada operasi eskalator, daya yang dikonsumsi oleh peralatan bergantung pada jumlah orang yang menjadi beban dan pada kecepatan jalan eskalator. Pada Gambar dibawah ini terlihat bahwa pada kecepatan menentukan jumlah energi yang diperlukan. Penyesuaian kecepatan yang tepat akan dapat memberikan penghematan energi dengan tetap menjaga kenyamanan pengguna.

I.5.3 Optimasi Setting Beban Penyeimbang Pada Lift

Pada peralatan lift biasa terpasang beban penyeimbang untuk operasi dari lift. Beban penyeimbang tersebut umumnya disetel pada setting 50% dari beban maksimum lift. Dari beberapa pengukuran, setting beban penyeimbang dapat disetel pada 35% beban maksimum lift yang akan dapat menghemat energi listrik sampai 13%. Pada gambar dibawah ditampilkan pemakaian energi oleh lift pada operasi naik dan turun dan pada variasi beban berbeda.

I.6 BANGUNAN GEDUNG

I.6.1 Eksterior Gedung

Untuk warna bagian eksterior gedung, utamakan penggunakan warna-warna cerah. Merujuk pada beberapa literatur, warna gelap pada eksterior gedung dapat meningkatkan biaya pendingin sampai 20% dibandingkan dengan gedung yang menggunakan warna cerah.
I.6.2 Tempatkan Tanaman Peneduh

Penempatan tanaman peneduh pada tempat yang tepat dan biasa terekspose sinar matahari akan dapat mengurangi suhu didalam ruangan sampai 20% dan mengurangi pemakaian energi sampai 40%.

I.6.3 Memasang Solar Screen

Solar Screen atau layar penahan sinar matahari adalah sebuah jaring-jaring yang dapat lebih memantulkan sinar matahari dibandingkan dengan tirai biasa. Pilihlah screen atau layar yang tidak terlalu menahan banyak cahaya agar pencahayaan didalam ruangan tetap terjaga.
I.6.4 Memasang Lapisan Film Pemantul

Merujuk pada Komisi Energi California, 30% dari kebutuhan pendinginan bangunan tergantung dari seberapa besar energi sinar matahari yang masuk melalui kaca. Lapisan film pemantul akan memantulkan panas sinar matahari dari jendela dan menahan 40-60% panas tanpa mengurangi terang cahaya yang masuk kedalam ruangan.